Logo Header Antaranews Jogja

Peluang resesi kecil bukti fundamental ekonomi kuat

Senin, 18 Juli 2022 21:31 WIB
Image Print
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjadi pembicara pada seminar kebangsaan di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah, Senin (18/7/2022). ANTARA/HO-KSP

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan kecilnya peluang resesi di Indonesia menjadi bukti fundamental ekonomi domestik kuat.

Hal itu disampaikan Moeldoko pada seminar kebangsaan di Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Jawa Tengah, Senin, menyinggung hasil survei Bloomberg yang menyebutkan peluang risiko resesi Indonesia sangat kecil yakni 3 persen.

“Hasil survei Ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi domestik kita kuat dan memiliki daya tahan di tengah risiko global yang masih eskalatif,” kata Moeldoko dalam siaran pers.

Moeldoko menyampaikan kerja keras pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global antara lain di sektor energi, pemerintah terus menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga di masyarakat dengan menyalurkan subsidi, yang nilainya mencapai Rp520 triliun.

Opsi ini dipertahankan oleh pemerintah, agar beban masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan energi tidak berat.

“Namun jika subsidi terus diberikan akan membuat uang negara jebol. Untuk itu, skema subsidi akan diubah, tidak lagi ke barang tapi langsung ke orangnya agar tepat sasaran,” terangnya.

Ia menjabarkan kerja pemerintah menghadapi ancaman krisis pangan. Ia mengatakan pemerintah sudah melakukan peningkatan produktivitas di sektor pertanian untuk menjawab kebutuhan konsumsi pangan dalam negeri, yakni sebesar 2,5 juta ton per bulan.

“Hasilnya selama tiga tahun berturut-turut kita sudah tidak lagi impor beras. Bahkan beras kita surplus. Pemerintah juga melakukan diversifikasi pangan, seperti menanam sorgum, sagu, dan jagung. Ini semua untuk menjawab tantangan ancaman krisis pangan dunia,” jelas Moeldoko.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026