
Jadi syarat perjalanan, Binda DIY percepat vaksinasi "booster"

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Daerah Istimewa Yogyakarta, bersinergi dengan Dinas Kesehatan setempat melakukan percepatan vaksinasi penguat di tengah pemberlakuan dosis ketiga (booster) menjadi salah satu syarat pelaku perjalanan jarak jauh di Indonesia.
Koordinator Vaksinasi COVID-19 Binda DIY Adi Riyanto di sela meninjau vaksinasi penguat di Poltekkes Yogyakarta, Selasa, mengatakan semangat awal BIN karena capaian vaksinasi dosis ketiga masih rendah, kemudian menginisiasi dan berkolaborasi dengan Dinkes, pemerintah daerah, dan TNI/Polri untuk mempercepat vaksinasi penguat.
"Kita lihat masih minim antusiasme masyarakat, sehingga kita harapkan muncul regulasi dalam percepatan vaksinasi penguat yang kita mulai Juni lalu. Ada kebijakan baru terkait pelaku perjalanan dengan kereta api harus vaksinasi penguat, pesawat juga, makanya ini terus kita kejar," katanya.
Baca juga: Binda DIY menggandeng Dinkes Kulon Progo percepatan vaksinasi booster
Dia mengatakan seperti kegiatan vaksinasi penguat di Poltekkes Yogyakarta dengan target 400 sasaran pada hari ini, menjadi salah satu titik kegiatan vaksinasi serentak BIN, kegiatan serupa juga dilakukan di beberapa lokasi kabupaten dan kota se-Provinsi DIY.
"Di sini targetnya 400 sasaran, sementara di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, Sleman dan Kulon Progo juga ada, di Dinas Kesehatan DIY. Jadi, semua kabupaten ada dari BIN untuk mengejar capaian vaksinasi penguat," katanya.
Selain sebagai syarat pelaku perjalanan jarak jauh tanpa tes COVID-19, kata dia, percepatan vaksinasi penguat juga mendukung upaya pemerintah menyukseskan program vaksinasi COVID-19, apalagi dengan vaksin penguat itu akan menjadikan masyarakat Indonesia lebih sehat.
"Masuk mal, kelihatannya nanti di semua aktivitas masyarakat akan merujuk ke vaksinasi penguat, sehingga dengan adanya regulasi itu menekankan masyarakat agar melakukan vaksinasi penguat," katanya.
Dia mengatakan dengan adanya regulasi syarat vaksinasi penguat tersebut, agak sedikit memaksa masyarakat. Namun, tidak menjadi persoalan, sebab semua pihak akan melihat sisi positifnya, bahwa ekonomi tetap jalan, aktivitas masyarakat tetap aman di tengah pandemi COVID-19 yang belum usai.
"Dengan vaksinasi penguat, marilah kita semua menjadi satu, ayo semuanya peduli, dari sisi ekonomi jalan, sisi kesehatan juga jalan, jangan sampai terpisah, karena kalau ekonomi jalan, kehidupan masyarakat tidak terganggu," katanya.
Baca juga: Pemkab Bantul harap masyarakat segera vaksin booster antisipasi varian baru
Baca juga: Indonesia digelontor 1 juta vaksin PMK
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
