Logo Header Antaranews Jogja

Dinkes Sleman: Kasus TBC salah satu prioritas yang harus dituntaskan

Senin, 5 September 2022 18:31 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama. ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto

Sleman (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan bahwa kasus Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu prioritas yang harus dapat segera dituntaskan di wilayah itu karena jumlah kasus yang terus meningkat.

"Sebagai daerah dengan penduduk terbesar di DIY, yaitu 1.087.339 jiwa per semester I 2021, TBC hingga kini menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan yang masih belum dapat dituntaskan di Sleman," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Purnama di Sleman, Senin.

Menurut dia, berdasarkan data tahun 2017-2019 menunjukkan angka kesakitan TBC di Kabupaten Sleman yang terus meningkat.

"Pada 2020-2021 temuan kasus menurun karena pengaruh pandemi COVID-19 yang menyebabkan kegiatan aktif untuk menemukan kasus TBC terkendala," katanya.

Ia mengatakan, realisasi penemuan kasus dan pengobatan TBC di Kabupaten Sleman pada 2021 baru mencapai 983 kasus, lebih rendah dari target Kementerian Kesehatan yaitu sebesar 2546 kasus.

"Sementara itu, kasus TB kebal obat yang ditemukan pada 2021 sebanyak 22 kasus, mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya," katanya.

Cahya mengatakan, dengan kondisi tersebut maka perlu inovasi dan strategi baru untuk bisa menjangkau populasi risiko tinggi yang didukung oleh segenap lintas sektor, agar program skrining aktif TBC dapat dikenal luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Pemkab Sleman telah meluncurkan program skrining kesehatan bersama dengan ZeroTB Yogyakarta untuk deteksi dan penanggulangan TBC," katanya.

Ia berharap masyarakat Sleman dapat memanfaatkan skrining kesehatan gratis ini, yang seluruh pembiayaannya didukung sepenuhnya oleh program ZeroTB.

Skrining xray mobile akan menjangkau seluruh kapanewon (kecamatan) di Kabupaten Sleman, melalui puskesmas di wilayahnya, dengan Kapanewon Ngemplak sebagai inisiasi lokasi pertama.

"Mereka hanya perlu masuk ke mobil skrining x-ray lalu difoto, dan hasilnya akan menentukan apakah perlu ditindaklanjuti dengan tes cepat molekuler," katanya.

Ia mengatakan, ZeroTB Yogyakarta hadir di Kabupaten Sleman dan dikemas secara komprehensif oleh Dinas Kesehatan Sleman bersama lintas sektor terkait untuk menyediakan Skrining TBC diseluruh wilayah Kabupaten Sleman.

"Diprioritaskan pada populasi dengan risiko tinggi seperti pemukiman padat, daerah dengan sanitasi buruk, serta masyarakat dengan komorbid," katanya.

Skrining ini, kata dia, dikemas dalam satu rangkaian skrining kesehatan lain seperti posbindu penyakit tidak menular, skrining gangguan mental emosional, konseling dan tes HIV, serta kegiatan senam Germas, dengan mekanisme penjadwalan peserta skrining dan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah kerumunan.

"Kami telah membuat jadwal pelaksanaan skrining melalui puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Sleman, yang dapat diakses melalui laman Dinkes Sleman dan Call Center 087777105032," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026