Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo mengintensifkan pemantauan harga bahan kebutuhan pokok

Kamis, 15 September 2022 20:16 WIB
Image Print
Merti Pasar di tingkat pasar rakyat di Kabupaten Kulon Progo. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengintensifkan pemantauan harga bahan kebutuhan pokok untuk mengantisipasi kenaikan inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulon Progo Sudarna di Kulon Progo, Kamis, mengatakan sebelum ada kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi pada 3 September 2022, pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan setiap Senin dan Kamis.

"Namun pascakenaikan harga BBM, setiap hari kami melakukan pemantauan harga bahan kebutuhan pokok di enam pasar rakyat, untuk memastikan ketersediaan mencukupi dan distribusi lancar, sehingga tidak berdampak pada inflasi daerah," kata Sudarna.

Ia mengatakan enam pasar rakyat yang menjadi titik pemantauan yakni Pasar Wates, Pasar Bendungan, Pasar Sentolo, Pasar Galur, Pasar Temon dan Pasar Girimulyo atau Nanggulan.

Berdasarkan pemantauan harga di tingkat pedagang pasar rakyat, ada kenaikan harga, khususnya beras dan cabai.

Harga kebutuhan pokok di tingkat pedagang pasar rakyat, yakni Beras IR naik dari Rp 8.958 menjadi Rp 9.041 per kilogram, gula pasir tetap yakni Rp13.583, tepung terigu Rp12.750 menjadi Rp12.833.

Selanjutnya, daging ayam Rp31.666 turun menjadi Rp31 ribu, bawang merah naik dari Rp31 ribu menjadi Rp32.500, cabai rawit merah dari Rp41.666 menjadi Rp46.666, minyak goreng curah tetap Rp13.125.

Harga minyak goreng kemasan premium Rp19.166 turun menjadi Rp18.750, daging sapi tetap Rp141.666, Ikan lele naik dari Rp24.833 menjadi Rp25.166, kacang hijau turun dari Rp21.666 menjadi Rp21 ribu.

"Secara umum kenaikan harga BBM memberi dampak pada kenaikan harga bahan pokok. Namun, kenaikan masih di bawah 15 persen," katanya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana mengatakan yang terpenting adalah ketersediaan barang. Selanjutnya tentu harus dipastikan untuk kelancaran distribusinya.

Untuk ketersediaan stok bahan pokok di Kulon Progo, semua komoditas dalam kondisi surplus. "Keterjangkauan harga juga penting disertai komunikasi yang baik," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026