Pemkot Yogyakarta upayakan dukungan dana keistimewaan kembangkan smart city

id smart city,yogyakarta,dana keistimewaan,diy

Pemkot Yogyakarta upayakan dukungan dana keistimewaan kembangkan smart city

Aplikasi Jogja Smart Service (JSS) yang menjadi salah satu inovasi layanan Pemerintah Kota Yogyakarta (FOTO ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian setempat berupaya untuk memperoleh dukungan anggaran dari dana keistimewaan DIY untuk pengembangan "smart city" di kota tersebut.

"Ada beberapa ide pengembangan yang bisa diarahkan untuk didanai menggunakan dana keistimewaan. Salah satunya adalah penataan infrastruktur pasif telekomunikasi yang juga memiliki peran penting dalam pengembangan smart city," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta Tri Hastono di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, kebutuhan Kota Yogyakarta saat ini adalah pada penataan infrastruktur pasif telekomunikasi agar tidak menjadi "polutan" estetika perkotaan. Penataan dilakukan dengan metode "ducting".

Baca juga: Wagub DIY mempersilakan BPK RI periksa pengelolaan dana keistimewaan

Dengan demikian, lanjut Tri, kebutuhan infrastruktur pasif telekomunikasi tetap dapat dipenuhi tetapi tidak akan mengganggu estetika perkotaan.

"Secara umum, kebutuhan infrastruktur hingga perangkat lunak untuk pengembangan smart city di Yogyakarta sudah bisa dikatakan hampir menyentuh semua kebutuhan layanan di masyarakat," katanya.

Program "ducting" kabel fiber optic dan kabel listrik PLN di Kota Yogyakarta diawali dari kawasan Tugu sebagai simbol ikon kota tersebut kemudian dilanjutkan di ruas Jalan Sudirman.

Kegiatan penataan kabel fiber optic dengan cara "ducting" tersebut biasanya dilakukan bersamaan dengan penataan pedestrian.

Sedangkan untuk pengembangan smart city di Kota Yogyakarta, Tri Hastono menyebut, tidak akan berhenti pada konteks digital saja dengan menelurkan aplikasi pelayanan publik untuk masyarakat yang bisa diakses daring.

"Tetapi, konteks digital tersebut juga harus didukung dengan kebijakan yang cerdas, melahirkan perilaku masyarakat yang cerdas, dan budaya yang cerdas," katanya.

Ia meyakini, pengembangan smart city tersebut akan berdampak pada meningkatnya produktivitas masyarakat karena ada kemudahan masyarakat saat mengakses layanan publik.

"Ada reduksi dari sisi waktu dan jarak sehingga masyarakat bisa lebih produktif," katanya yang juga berharap smart city tidak mengubah kodrat manusia dari makhluk sosial menjadi makhluk digital.

Selain itu, Kota Yogyakarta bersama dengan kabupaten lain di DIY juga berkomitmen mendukung upaya Pemerintah DIY untuk mewujudkan daerah istimewa tersebut sebagai smart province.

"Seluruh kota dan kabupaten harus berkolaborasi dan terus menguatkan pengembangan smart city yang sudah dilakukan. Minimal, ada koneksi akses data dari kota dan kabupaten ke Pemerintah DIY," demikian Tri Hastono.

Baca juga: Dinas Pariwisata Kulon Progo didorong mengakses danais untuk infrastruktur jalan
Baca juga: Sultan HB X berharap dana keistimewaan memacu pertumbuhan ekonomi DIY
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2022