Polda DIY sembuhkan trauma korban longsor Gunungkidul

id Polda DIY,penyembuhan trauma,trauma healing

Polda DIY sembuhkan trauma korban longsor Gunungkidul

Tim dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta  melakukan penyembuhan trauma (trauma healing) di Candirejo, Semin, Gunungkidul pada Rabu (23/11/2022). ANTARA/HO-Polda DIY

Yogyakarta (ANTARA) - Tim dari Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penyembuhan trauma (trauma healing) kepada korban bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Blembem, Candirejo, Semin, Gunungkidul beberapa waktu lalu.

Penyembuhan trauma berlangsung di tempat pengungsian di Candirejo, Semin, Gunungkidul pada Rabu.

"Kami mencoba menghibur para penyintas korban bencana longsor dengan trauma healing kepada anak-anak dan juga orang dewasa," kata Kabag Psikologi Biro SDM Polda DIY Kompol Ary Krisdiantoro.

Menurut Ary, penyembuhan trauma antara lain dilakukan dengan mengajak anak-anak bermain serta memberikan hiburan pertunjukan musik.

"Kami mengajak anak-anak bermain, menggambar, serta dibagikan beberapa mainan anak-anak agar sedikitnya dapat menghilangkan trauma atas kejadian (longsor) kemarin," kata dia.

Tidak hanya itu, Polda DIY juga membawa aplikasi bernama E-Boss (elektronik burn out and stress scale) yang berfungsi untuk mengukur tingkat kejenuhan seseorang.

Apabila berdasarkan aplikasi itu terdapat angka yang tinggi maka dirinya bersama tim akan melakukan pendampingan.

"Pada pasca-bencana ini kami sediakan layanan konseling bagi korban bencana maupun relawan yang datang membantu," kata dia.

Sebelumnya, bencana longsor terjadi di kawasan Padukuhan Blembem, Kalurahan Candirejo, Semin, Sabtu (19/11) .

Akibatnya, lima rumah rusak berat, dan 89 rumah rusak dengan kerugian ditaksir hingga Rp1 miliar lebih.

Karena kejadian itu pula, dua orang meninggal dunia tertimbun saat tanah longsor yang terjadi di Dusun Blembem Candirejo Semin Gunungkidul.

Selain menggelar penyembuhan trauma, polisi juga membagikan makanan ringan kepada para pengungsi, dimana 26 di antaranya adalah anak-anak.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022