Logo Header Antaranews Jogja

Setiap pekan, satu dokter bunuh diri di Prancis

Sabtu, 7 Januari 2023 07:12 WIB
Image Print
Arsip - Dokter memeriksa seorang pasien di rumah sakit Foch di Suresnes, dekat Paris, Prancis, 8 Desember 2020. (ANTARA/REUTERS/Benoit Tessier/as)

Paris (ANTARA) - Satu dokter magang di Prancis melakukan bunuh diri setiap pekan, ungkap serikat dokter pada Kamis (5/1).

Para dokter berdemo di Paris untuk menuntut kondisi kerja yang lebih baik.

Prancis menghadapi "tiga epidemi" yakni COVID-19, flu dan bronkiolitis. Jumlah pasien unit gawat darurat meningkat, sehingga menyebabkan waktu tunggu yang lama.

Dokter, yang dianggap sebagai pilar kedua dalam sistem layanan kesehatan Prancis, menggelar aksi mogok sejak 26 Desember. Mereka meminta kondisi kerja yang lebih baik dan kenaikan upah.

Ribuan dokter melakukan aksi jalan kaki ke Kementerian Kesehatan dan sejenak mengheningkan cipta untuk mengenang para dokter magang yang mengakhiri hidupnya.

Demonstran mengecam lemahnya sistem kesehatan, mengkritik kelangkaan tenaga kesehatan dan krisis serius lainnya.

Dr Jean-Francois Damour mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu bahwa "150 orang meninggal pada Desember di unit gawat darurat lantaran tidak sempat ditangani."

"Eksistensi layanan profesional perawat rata-rata lima tahun dan Prancis saat ini membutuhkan 60.000 perawat, sementara 180.000 orang lainnya keluar dari sektor layanan kesehatan lantaran tidak tahan lagi," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Satu dokter magang di Prancis bunuh diri setiap pekan



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026