Logo Header Antaranews Jogja

PKB jangan tinggalkan politik kiai, pinta Wapres

Sabtu, 14 Januari 2023 08:59 WIB
Image Print
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat memberikan arahan pada acara Ijtima Ulama Nusantara yang digagas oleh Dewan Syura Partai Kebangkitan Bangsa di Jakarta, Jumat (13/1/2023). ANTARA/HO-BPMI Setwapres

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin berharap Partai Kebangkitan Bangsa tidak meninggalkan politik kiai yang menjadi landasan pembentukan partai politik itu pada tahun 1998 silam.

"Mudah-mudahan PKB masih partai gerakan politik kiai. Saya berharap mudah-mudahan walaupun ada dinamika, perkembangan, pembaruan, tapi politik kiainya jangan ditinggalkan," kata Ma'ruf Amin dalam arahannya pada acara Ijtima Ulama Nusantara yang digagas Dewan Syura DPP PKB di Jakarta, Jumat.

Politik kiai yang dimaksud Wapres Ma'ruf, yakni PKB diharapkan tetap menjadi wadah gerakan politik bagi kiai untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Kiai Ma’ruf Amin yang ikut meramu, menyiapkan dan memberikan landasan berpikir pembentukan PKB menekankan pembentukan partai pada tahun 1998 dilandasi keinginan membuat sebuah wadah bagi kiai atau ulama untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Ia mengatakan jika PKB meninggalkan politik kiai maka para kiai di PKB akan pergi.

"Kenapa saya tahu, ya karena saya ikut meramu, ikut mendirikan, ikut menyiapkan, ikut memberikan landasan berpikirnya (pendirian PKB), walaupun saya mungkin sudah dianggap sudah bukan PKB lagi. Tapi, saya ikut bersama dan berhasil waktu itu menjadi nomor tiga (partai peringkat ketiga), bahkan berhasil menjadikan Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan dengan adanya PKB, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bisa menjadi Presiden RI, meskipun hanya dua tahun.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ma'ruf Amin harap PKB tidak tinggalkan politik kiai



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026