Dispar Bantul berharap seluruh desa bentuk kelompok sadar wisata

id Dinas Pariwisata ,Bentuk Pokdarwis ,Kelola desa wisata

Dispar Bantul berharap seluruh desa bentuk kelompok sadar wisata

Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, DIY (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan seluruh desa atau kelurahan di daerah ini membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) guna mengelola dan mengembangkan potensi wisata maupun budaya desa setempat.

"Untuk pokdarwis karena kita kemarin sudah mengadakan beberapa sosialisasi yang mana di 75 kelurahan di Bantul ini saya harapkan nanti sudah bisa membentuk pokdarwis semuanya," kata Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Sumber Daya Pariwisata, Dinas Pariwisata Bantul, Joko Surono di Bantul, Senin.

Menurut dia, hingga saat ini dari total 75 kelurahan di wilayah Bantul, yang sudah membentuk pokdarwis dan terdaftar dengan diterbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur DIY sebanyak 58 desa.

"Jadi masih ada beberapa kelurahan yang belum membentuk pokdarwis, maka kemarin lewat kegiatan Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) itu juga ada yang mengusulkan pembentukan pokdarwis," katanya.

Dia mengatakan, pembentukan pokdarwis di tingkat kelurahan merupakan langkah pertama sebelum desa mengelola desa wisata atau destinasi wisata berbasis perdesaan yang dikembangkan masyarakat.

Dia menyebutkan, untuk jumlah desa wisata di Bantul yang terdaftar kemarin di Dinas Pariwisata sekitar 47 desa, dan sudah mendapatkan SK Gubernur atau teregister baik itu kategori desa wisata berkembang, maju, termasuk yang embrio.

"Jadi, lebih dulu membentuk pokdarwis, karena salah satu rangkaian, pertama sebelum membentuk desa wisata ber SK, walaupun mungkin geliat masyarakat sudah berjalan, tapi harus memenuhi tindak lanjut dari SK Gubernur, bahwa pokdarwis dan desa wisata harus bisa ber SK semuanya," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, setiap kelurahan hanya ada satu pokdarwis yang mana nanti sumber daya manusia (SDM) pokdarwis itu mengadakan pendampingan ke desa wisata agar semakin berkembang dan mempunyai daya tarik untuk dikunjungi wisatawan.

Dia juga mengatakan, tidak sedikit masyarakat di Bantul yang bisa menjadikan suatu destinasi wisata perdesaan, padahal belum punya pokdarwis, sehingga pemerintah daerah mengikat dengan aturan bahwa baik pokdarwis dan desa wisata harus memiliki SK Gubernur.

"Maka ini harus ada sinergi, karena geliat masyarakat kita itu dulu ada yang belum begitu paham tentang pokdarwis, ada yang belum paham tentang desa wisata, tapi amino masyarakat untuk mengembangkan kewilayahan ini bahkan sudah berjalan," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2023