Tokopedia hadirkan inisiatif Hyperlocal dukung penjualan UMKM

id tokopedia,umkm

Tokopedia hadirkan inisiatif Hyperlocal dukung penjualan UMKM

Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Daerah Tokopedia Emmiryzan (ANTARA/HO-Tokopedia)

Yogyakarta (ANTARA) - Tokopedia menghadirkan inisiatif Hyperlocal untuk membantu penjual dalam memperluas pasar serta mempermudah masyarakat menemukan toko terdekat, sehingga dapat membantu meningkatkan eksposur dan potensi para pegiat UMKM lokal.

"Potensi UMKM di Indonesia sangat besar, tidak hanya di kota besar tetapi juga di daerah. Setidaknya ada puluhan juta UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Daerah Tokopedia Emmiryzan dalam keterangannya, Rabu.

Riset Tokopedia bersama Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) berjudul "Analisis Dampak Program Hyperlocal Tokopedia terhadap Kondisi Bisnis Penjualan secara Daring, Ekonomi, dan Sosial Kota-Kabupaten Program Hyperlocal" membuktikan kontribusi inisiatif Hyperlocal Tokopedia terhadap perekonomian digital di berbagai daerah.

Berdasarkan hasil riset INDEF, indeks penjualan di kota dengan inisiatif Hyperlocal Tokopedia meningkat 147 persen pada 2020-2021 dibandingkan 2017-2019.

"Rerata indeks penjualan di kota dengan Hyperlocal lebih besar 5 kali lipat pada 2017-2021. Sedangkan indeks omzet penjualan di kota dengan Hyperlocal meningkat 67 persen pada periode 2020-2021 dibandingkan 2017-2019. Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung menjadi tiga kota dengan Hyperlocal Tokopedia yang memiliki indeks penjualan dan indeks omzet penjualan paling tinggi," kata Peneliti INDEF Nailul Huda.

Huda menambahkan, dampak dari inisiatif Hyperlocal turut mendukung Yogyakarta mengalami peningkatan indeks penjualan dan indeks omzet penjualan masing-masing sebesar 148 persen dan 64 persen, Surabaya 194 persen dan 85 persen, dan Bandung 27 persen dan 100 persen.

Riset ini menggambarkan kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi di berbagai kota Hyperlocal Tokopedia yang berkontribusi menjaga pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tengah pandemi. Yogyakarta 5,09 persen, Semarang (5,16), dan Surabaya (4,29) menjadi kota dengan kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi tertinggi pada 2020-2021.

"Membantu UMKM di seluruh penjuru Indonesia untuk tumbuh bersama dan menaikkan performa penjualan jadi latar belakang Tokopedia menghadirkan inisiatif Hyperlocal sejak 2020. Menurut temuan kami, transaksi kampanye WIB 2 (Waktu Indonesia Belanja) Kota Yogyakarta meningkat lebih dari 1,5 kali lipat pada 2022 dibandingkan 2021," kata Emmiryzan.

Periode yang sama pula, menurut dia, jumlah penjual di Yogyakarta yang mengikuti kampanye KTP 3 (Kumpulan Toko Pilihan) mengalami peningkatan sebesar hampir 1,5 kali lipat.

Ia mengatakan, melalui upaya dan komitmen Tokopedia untuk selalu berkolaborasi dengan para mitra strategis, yakni pemerintah daerah dalam mendorong akselerasi platform digital, Tokopedia juga memberikan kemudahan bagi masyarakat Yogyakarta untuk pelayanan penerimaan PBB.

"Hal ini didukung dengan temuan data transaksi pembayaran pajak PBB di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengalami kenaikan hampir 2 kali lipat pada tahun 2022 dibandingkan 2021," kata Emmiryzan.

Membandingkan data 2017-2019 dengan 2020-2021, Tokopedia dan INDEF mencatat kota dengan peningkatan indeks jumlah penjual tertinggi, yaitu Yogyakarta 67 persen, Surabaya (48), dan Bandung (65). Sedangkan kota dengan peningkatan indeks jumlah pembeli tertinggi mencakup Yogyakarta 142 persen, Bandung (122), dan Surabaya (154).

Salah satu pelaku usaha asal Yogyakarta Space Roastery juga mengungkapkan bahwa Tokopedia membantu meningkatkan bisnisnya. “Berbagai kampanye inisiatif Hyperlocal Tokopedia memberikan kontribusi terhadap seluruh penjualan kami lebih dari 40 persen dari seluruh omzet. Bahkan ada sekitar 400 pembeli baru setiap bulan yang bertransaksi lewat Tokopedia," kata General Manager Space Roastery, Slamet Kurniawan.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2023