Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Bantul berharap perajin batik terus berinovasi kembangkan motif

Selasa, 7 Februari 2023 18:12 WIB
Image Print
Produk batik yang dipajang di Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul lewat Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berharap perajin batik daerah ini terus berinovasi dalam mengembangkan dan menciptakan motif baru agar produknya semakin bisa bersaing di pasar.

"Kami cukup bersyukur inovasi inovasi pembatik-pembatik kita itu luar biasa, bahkan event-event yang internasional seperti ini bisa kita manfaatkan peluangnya itu," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul Agus Sulistiyana di Bantul, Selasa.

Menurut dia, seperti pada event internasional ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 di Jogja Expo Center dari 2-5 Februari, produk batik motif pinus dari Bantul digunakan sebagai seragam para delegasi negara-negara ASEAN, termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

"Itu kan batik pinus produk dari kalangan pembatik nitik di Desa Trimulyo, sehingga ini menambah khasanah, menambah motif motif batik baru di Bantul," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah daerah terus mendorong pembatik terus berinovasi. Sementara di sisi lain berbagai pihak saling berkolaborasi untuk menciptakan ekosistem usaha yang mampu mendongkrak perajin batik maupun pelaku UMKM lainnya.

"Kolaborasi pentahelix yang berkali kali didengung-dengungkan Pak Bupati harus dilakukan, jadi antara OPD-OPD satu dengan lain membentuk ekosistem usaha ini harus dilakukan, semakin banyak ekosistem usaha, sub sub sistem itu semakin lengkap, maka usaha akan nyaman, meningkat dan sebagainya," katanya.

Dia mengatakan, terlebih dengan pertumbuhan dan menggeliatnya sektor UMKM, maka akan mampu mendukung pariwisata berbasis perdesaan setempat, seperti desa-desa wisata yang muncul karena potensi kerajinan yang digeluti masyarakat.

"Sekarang ini biasanya di situ sudah perajinnya banyak, bagus, kemudian itu nanti ditetapkan sebagai desa wisata, contoh yang sudah jadi itu di Kampung Batik Giriloyo, dan tidak lama lagi di Canden itu juga sudah ditetapkan sebagai desa wisata," katanya.

Dia mengatakan, semakin banyak desa wisata yang tumbuh karena ditopang sentra kerajinan, maka otomatis sektor ekonomi kreatif dan pariwisata akan semakin maju.

"Jadi, ada yang memproduksi, ada yang memasarkan, dan ada yang membeli produk," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026