Logo Header Antaranews Jogja

Pembangunan di Bantul diminta harus perhatikan hak anak

Rabu, 15 Maret 2023 16:13 WIB
Image Print
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan sambutan pelantikan dan pengukuhan APSAI Bantul dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak di Pendopo Parasamya, Bantul, DIY, Rabu (15/3/2023) (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa program pembangunan pemerintah di kabupaten ini harus memperhatikan hak-hak anak sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak.

"Mengapa Kabupaten Layak Anak ini begitu penting bahkan kita nyatakan sebagai misi Bantul, karena kita tidak ingin pembangunan di Bantul itu menjadi liar melesat begitu saja tanpa memperhatikan hak-hak anak," kata dia di Bantul, Rabu.

Menurut dia, pembangunan ekonomi itu memiliki logika yang penting untung, untung besar apapun dampak yang ditimbulkan, namun hak-hak anak tetap harus dipenuhi dan diperhatikan dari adanya proses dan hasil pembangunan perekonomian itu.

"Aktivitas bisnis ekonomi yang dilakukan oleh seluruh warga Kabupaten Bantul ini haruslah dibatasi, bahwasanya ada hak-hak anak yang perlu kita hormati, kita lindungi sehingga kehidupan anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa ini bisa terlaksana dengan baik," katanya.

Baca juga: Pemkab Bantul gandeng dunia usaha wujudkan Kabupaten Layak Anak

Dengan demikian, kata dia, harapannya anak-anak di Bantul tumbuh dan berkembang baik secara sehat baik fisik, mental, maupun intelektualitas sehingga mereka bisa diharapkan menjadi penentu masa depan Indonesia yang lebih baik dibandingkan dengan hari ini.

Pemkab Bantul memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan daerah tersebut sebagai Kabupaten Layak Anak setelah menetapkan misi Bantul terutama misi kelima, yaitu penanggulangan masalah kesejahteraan sosial secara terpadu dan pencapaian Bantul sebagai kabupaten layak anak, ramah perempuan dan penyandang disabilitas.

"Anak anak kita memerlukan ruang-ruang publik, bermain dan taman-taman bermain di Bantul yang layak untuk memberikan ruang bagi aktivitas bermain menumbuhkan kreativitas dan aktivitas kebudayaan anak. Ini bukan program OPD, tetapi kita pahami bahwa Kabupaten Layak Anak ini adalah program daerah," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Bantul Ninik Istitarini mengatakan pada 2022, Kabupaten Layak Anak di Bantul mencapai kategori Nindya, dan sesuai RPJMD Bantul, pada 2023 akan mewujudkan Bantul dengan KLA kategori Utama.

"Karena itu, upaya kita adalah melalui bermitra dengan dunia usaha. Harapan kami bisa melengkapi untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak yang mempunyai sistem pembangunan melalui pengintegrasian, komitmen dan sumber daya pemerintah dengan dunia usaha," katanya.

Baca juga: Pemkab Bantul kuatkan kolaborasi antardaerah bangun ekosistem usaha kreatif



Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026