
Jaga pola makan sehat usai Lebaran 2023, saran pakar

Jakarta (ANTARA) - Setelah mengkonsumsi berbagai hidangan yang banyak mengandung kolesterol dan lemak, pakar gizi Dr. dr. Samuel Oetoro, MS. SpGK (K), mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan pola makan sehat setelah melewati masa libur Lebaran.
Selain mengalami efek kelelahan karena banyak mengikuti kegiatan selama libur Lebaran yang menguras tenaga, anggota Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia tersebut menilai tubuh manusia juga rentan terhadap efek dari makanan dan minuman yang dikonsumsi selama masa Hari Raya Lebaran.
“(Selain secara fisik kelelahan) ada juga efek dari apa yang dimakan selama liburan ini, yang sebenarnya dikhawatirkan adalah (perilaku) makan sembarangan dalam arti yang bisa berdampak akut atau segera terjadi dan dampak jangka panjang,” kata Samuel saat dihubungi ANTARA, Rabu.
Dampak akut dari efek perilaku makan sembarangan contohnya sakit perut ketika memakan makanan yang kotor atau terkontaminasi bakteri dan meningkatnya asam lambung jika meminum kopi yang mengandung kafein saat perut sedang kosong ketika dalam perjalanan mudik atau milir. Efek jangka panjang dari makan sembarangan. bisa muncul ketika mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi dan lemah dalam jangka waktu panjang.
“Makan makanan yang berkolesterol tinggi dan daging berlemak kalau dia makan hanya dua hari saat lebaran saja tidak masalah. Yang dikhawatirkan kalau dia makan (makanan berkolesterol tinggi dan berlemak) sampai satu atau minggu nah itu akan terjadi penumpukan lemak jahat, bisa memicu kolesterol tinggi, kadar lemak dalam darah yang tinggi, hingga kadar gula darah yang naik,” ujar Samuel.
Untuk tetap menjaga pola makan sehat setelah lebaran, Samuel menganjurkan beberapa kiat dalam mengkonsumsi makanan agar kondisi tubuh tetap sehat dan bugar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pakar gizi ingatkan jaga pola makan sehat setelah libur Lebaran
Pewarta : Farhan Arda Nugraha
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
