Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo bentuk dua desa maritim di kawasan pesisir

Jumat, 9 Juni 2023 19:47 WIB
Image Print
Lokasi Desa Maritim Karangwuni di Kabupaten Kulon Progo. (ANTARA/HO-Dokumen Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2023, membentuk dua desa/kalurahan maritim di Kalurahan Karangwuni dan Banaran di kawasan pesisir dalam rangka menyejahterakan masyarakat dan meningkatkan pengelolaan potensi yang ada.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Trenggono di Kulon Progo, Jumat, mengatakan pembentukan desa maritim mendapatkan dukungan dari Dana Keistimewaan.

"Kami berharap program ini meningkatkan semangat serta motivasi pelaku usaha perikanan yang meliputi nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar produk perikanan," kata Trenggono.

Ia mengatakan pemilihan lokasi tersebut didasari dengan letak desa/kalurahan yang berdekatan dengan wilayah pesisir dan sebagian besar penduduk memiliki mata pencaharian sebagai pelaku usaha perikanan.

Dengan melihat potensi sumber daya perikanan dan kelautan yang ada di Kalurahan Karangwuni, melalui program desa maritim diharapkan mampu menyejahterakan masyarakat dan meningkatkan potensi yang ada.

"Program tersebut terfokus pada wilayah kalurahan/desa yang berbatasan langsung dengan pesisir selatan DIY," katanya.

Trenggono mengatakan program desa maritim melalui bantu keuangan khusus kalurahan yang bersumber Dana Keistimewaan sangat mendukung Program Gerbang Segoro “Gerakan Membangun dengan Semangat Gotong Royong”.

Program itu untuk membangun sumber daya kelautan dan perikanan berbasis pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan mulai dari hulu sampai dengan hilir secara terpadu dan terintegrasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menunjang desa maritim, DKP Kulon Progo menyerahkan bantuan kepada nelayan serta penebaran bibit ikan ke dalam kolam budi daya dengan jenis ikan lele sebanyak 15.000 ekor dan nila sebanyak 25.000 ekor.

Selain itu, diberikan juga bantuan berupa tujuh kolam terpal dengan pompa air berukuran 3 inch sebanyak dua unit. Pemberian bibit ikan tersebut juga dilengkapi dengan pakan nila dan pakan lele yang totalnya sebanyak 6.000 kg.

"Pada bidang perikanan tangkap, kami menyerahkan bantuan kepada nelayan berupa jaring eret ukuran 2 inchi dan ukuran 5,5 inchi masing-masing sebanyak sebanyak 30 buah yang diserahkan kepada Kelompok Nelayan Laskar Bahari," katanya.

Paniradya Pati Keisitimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta Aris Eko Nugroho mengharapkan program desa maritim dapat sesuai prosedur dan ketentuan yang ada, serta dalam penggunaan lahan untuk bangunan juga harus jelas dan tuntas atas kepemilikan dan izin penggunaannya.

Pada pencairan dana tahap kedua, dianggarkan bantuan berupa berbagai macam alat penunjang produksi pengolahan hasil perikanan.

Nantinya Kalurahan Karangwuni memberikan bantuan ini kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklasar) yang ada di Kalurahan Karangwuni, sehingga dapat menghasilkan produk olahan unggulan dan menjadi ciri khas yang mampu dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia ataupun keluar negeri.

"Dengan diberikannya berbagai macam bantuan dari dana keistimewaan maka diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan kapasitas diri dalam bidang budidaya perikanan hingga pengolahan pemasaran hasil olahannya. Dengan begitu dapat mendukung terlaksananya program desa maritim yang meningkatkan kesejahteraan serta perekonomian masyarakat," katanya.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026