Logo Header Antaranews Jogja

Masyarakat Sleman diimbau bijak gunakan air pada musim kemarau

Rabu, 14 Juni 2023 15:11 WIB
Image Print
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto

Sleman (ANTARA) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kustini Sri Purnomo mengimbau warga di wilayah itu mulai bijak memanfaatkan air bersih sebagai upaya antisipasi menghadapi bencana kekeringan pada musim kemarau sebagaimana prakiraan Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta.

"Potensi kekeringan tahun ini perlu diantisipasi, mengingat musim kemarau tahun ini menurut BMKG yang tidak bersifat basah seperti tahun sebelumnya," kata Kustini di Sleman, Rabu.

Sebelumnya Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis akibat berkurangnya curah hujan dari keadaan normal di empat Kabupaten di DIY, salah satunya Sleman.

Baca juga: BPBD DIY mengimbau petani antisipasi gagal panen hadapi kemarau

Bupati Sleman menyebut bahwa imbauan tersebut bukan untuk menakut-nakuti, namun ini memang fenomena alam yang sedang dan akan terjadi.

"Kami imbau masyarakat mulai bijak menggunakan air, baik itu air baku, air bersih untuk minum maupun air untuk pertanian," katanya.

Kustini membenarkan prediksi BMKG bahwa potensi kekeringan di wilayahnya akan terjadi di Kapanewon (Kecamatan) Prambanan. Meskipun begitu, Pemkab Sleman melalui PDAM telah membuat terobosan sumur pompa baru untuk disalurkan ke wilayah Prambanan bagian perbukitan.

"PDAM sudah membangun jaringan sumur pompa dari mata air pedekan yang dibawa ke atas untuk disalurkan ke rumah-rumah warga di perbukitan Prambanan," katanya.

Menurut dia, untuk sektor pertanian di Prambanan saat ini sudah ada bangunan penampung air atau embung cluweg untuk kelompok tani.

"Pada tahun ini telah dibangun embung cluweg baru untuk kelompok tani di Kalurahan Gayamharjo," katanya.

Ia mengatakan langkah antisipasi dampak musim kemarau juga dilakukan untuk komoditas tanaman pangan dengan gerakan percepatan tanam padi pada awal Maret. Pada awal tahun ini, Pemkab Sleman juga telah membagikan 53 unit pompa air kepada petani.

Baca juga: BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis di DIY

"Setiap tahun kami juga rutin melakukan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian di seluruh kapanewon. Kita juga sudah siapkan bantuan pembangunan irigasi air tanah berupa sumur bor untuk tanaman pangan dan komoditas holtikultura," katanya.

Kustini mengatakan sejauh ini belum ada laporan tentang kekurangan air baku di wilayah Sleman. Pihaknya juga memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran puluhan juta rupiah untuk dropping air apabila terjadi kekurangan air.

"Jumlah tersebut juga dimungkinkan bertambah dengan adanya bantuan dari corporate social responsibility (CSR), bantuan PDAM, Baznas Sleman maupun dari relawan," katanya.

Ia mengatakan sejauh ini Pemkab Sleman juga terus siagakan distribusi air bersih untuk wilayah Umbulharjo, Glagaharjo, Kaliurang, Turgo, Kemiri, dan Turi di lereng Gunung Merapi.

"Karena di sana mengandalkan air dari lereng Merapi. Kalau pipa-pipa itu pecah, perbaikannya membutuhkan waktu lama. Nah itu, biasanya kita dari BPBD akan lakukan dropping air," katanya.

Pemkab Sleman juga sudah meminta kepada seluruh kalurahan, apabila ada warga yang mulai merasa kesulitan air baku terutama untuk kebutuhan konsumsi, segera dilaporkan agar ditindaklanjuti.



Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026