Logo Header Antaranews Jogja

Gagal jantung harus dideteksi dini, ini caranya

Rabu, 21 Juni 2023 05:34 WIB
Image Print
Ilustrasi penyakit gagal jantung. (ANTARA/Pixabay.com/Pexels)

Jakarta (ANTARA) - Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FESC mengatakan penyakit gagal jantung merupakan kondisi serius dan harus dideteksi sejak dini agar dapat meminimalisir faktor risikonya.

Melalui siaran pers oleh RS Siloam Kebon Jeruk, Selasa, Paskah mengatakan penyakit gagal jantung perlu ditangani secara khusus dan serius. Penyebab dari kondisi gagal jantung dapat berasal dari berbagai macam penyakit jantung.

Penyakit jantung koroner dan penyakit darah tinggi yang tidak terkontrol merupakan penyebab yang paling sering ditemui.

“Selain itu, berbagai penyebab lainnya antara lain penyakit jantung katup, kelainan jantung bawaan yang tidak dikoreksi, kelainan otot jantung spesifik (kardiomiopati), penyakit metabolik (kencing manis), atau gangguan hormon tiroid,” kata dr. Paskah.
Penyebab lainnya dari penyakit gagal jantung, antara lain kegemukan, anemia, kelainan genetik, penyakit ginjal kronik, penyakit paru kronik, alkoholisme, infeksi atau peradangan jantung (miokarditis), efek toksik dari obat-obatan (pasca kemoterapi atau radioterapi kanker), dan kelainan otot jantung yang terkait dengan kehamilan.
Gejala dan faktor risiko gagal jantung
Paskah mengatakan gejala dari penderita gagal jantung adalah sesak napas yang memberat seiring berjalannya waktu, terutama jika sedang beraktivitas atau berbaring telentang.

Seringkali penderita membutuhkan ganjalan beberapa bantalan kepala saat posisi tidur agar dada tidak terasa sesak.

Selain itu, penderita akan lebih cepat merasa lelah dan tidak bertenaga saat beraktivitas, adanya pembengkakan di kedua tungkai, perut begah dan membesar yang disertai dengan mual dan penurunan nafsu makan, mudah berdebar atau gerak nadi yang cepat, mudah pingsan, dan mengalami batuk saat tidur malam atau berbaring terlentang.

Pemeriksaan dan terapi gagal jantung
Paskah mengatakan ada beberapa tahap pemeriksaan untuk kondisi gagal jantung. Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaaan fisik untuk menilai keluhan dan tanda-tanda khas, pemeriksaan rekam jantung (EKG) untuk dugaan adanya kelainan jantung, dan pemeriksaan ekokardiografi jantung untuk menilai struktur dan fungsi jantung.

Selanjutnya, ada pemeriksaan lainnya yang harus dilakukan, yakni pemeriksaan laboratorium darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menunjang diagnosis (NTproBNP atau BNP) maupun untuk menilai berbagai kelainan penyerta yang berkaitan (misal fungsi ginjal, diabetes melitus, anemia, fungsi tiroid, kadar zat besi, dan lain sebagainya).


Adapun pemeriksaan pencitraan merupakan pemeriksaan lanjutan berupa ekokardiografi transesofageal (melalui kerongkongan)/MRI jantung/pencitraan nuklir/CT Scan jantung. Hal ini dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis maupun menentukan penyebab pasti dari gagal jantung.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ketahui penyakit gagal jantung dan cara meminimalisirnya



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026