Logo Header Antaranews Jogja

Generasi muda harus waspadai gerakan radikalisme agama

Senin, 17 Juli 2023 21:22 WIB
Image Print
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan secara daring dalam simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan (PPIDK) Timur Tengah dan Afrika secara daring, di Tunis, Tunisia, Senin (17/7/2023). ANTARA/Imam Budilaksono.

Tunis, Tunisia (ANTARA) - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta generasi muda, khususnya mahasiswa agar mewaspadai gerakan dan jaringan radikalisme dalam upaya menanamkan radikalisme agama, paham kebencian terhadap simbol agama lain.

“Tidak bisa dibantah bahwa kalangan muda merupakan sasaran bagi gerakan dan jaringan radikalisme agama untuk menanamkan paham radikal agama, paham kebencian terhadap simbol agama lain, dan kebencian simbol negara,” kata Yaqut saat memberikan sambutan dalam pembukaan simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan (PPIDK) Timur Tengah dan Afrika secara daring, di Tunis, Tunisia, Senin.

Yaqut mengaku prihatin setelah membaca hasil penelitian Maarif Institute dan beberapa lembaga riset yang menyatakan bahwa jaringan radikalisme pemikiran keagamaan sudah menyusup di kalangan generasi muda, khususnya siswa dan mahasiswa.

Menurut dia, fenomena itu sangat mengkhawatirkan bukan hanya dalam konteks masa depan Islam sebagai rahmat untuk semua alam, namun juga peradaban nusantara dan dunia.

“Kita tahu bahwa usia sekolah dan kuliah merupakan masa yang paling rawan di tengah belum matangnya kondisi psikologi mereka, ditambah belum memadainya pemahaman keagamaan,” ujarnya.

Dia menjelaskan akibat pemahaman agama yang salah tersebut, seringkali kelompok jaringan radikalisme tersebut mengusung ideologi kebencian terhadap agama dan pemerintah.

Menurut dia, jaringan tersebut menganggap sistem pemerintahan yang dijalankan pemerintah sebagai taghut karena secara formal tidak mengikuti Al Quran.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menag minta generasi muda waspadai gerakan radikalisme agama



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026