
Anak miskin prioritas GRUWI dan GRITA

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Tri Rismaharini memprioritaskan gelang tuna rungu dan wicara (GRUWI) dan gelang tuna grahita (GRITA) untuk anak-anak kurang mampu.
Mensos Risma mengatakan bahwa gelang tersebut hanya diproduksi sesuai permintaan, dan belum untuk diproduksi secara massal. Sebab menurut dia, jika harga dari kedua alat tersebut menjadi mahal, maka ada potensi bahwa barang tersebut menjadi mahal dan tidak bisa membantu anak-anak yang kurang mampu.
“Sebetulnya saya ingin, tapi saya khawatir kalau harganya mahal kemudian kami tidak bisa membantu anak-anak yang tidak mampu. Sekarang kita punya data di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) anak-anak tidak mampu dan disabilitas itu kita selesaikan dulu, kita bantu,” kata dia di Jakarta, Kamis.
Mensos Risma mengatakan bahwa inovasi ini terlahir dari pengalamannya menemukan kasus kecelakaan melibatkan kereta api, yang mana korbannya adalah disabilitas rungu saat menjadi Wali Kota Surabaya.
"Seperti tadi saya cerita ada kereta api di belakang orang, dikira mereka bunuh diri, dia bunuh diri. Padahal setelah keluarganya datang, ternyata keluarganya menyampaikan bahwa dia tunarungu gitu dia tidak mendengar," kata Mensos Risma.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mensos prioritaskan GRUWI dan GRITA untuk anak kurang mampu
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
