
Rusia minta DK PBB kutuk serangan Israel di RS Gaza Palestina

Moskow (ANTARA) - Rusia pada Rabu mengkritik rancangan resolusi Brazil di Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Palestina, yang disebutnya ternyata tidak mengecam serangan Israel terhadap Rumah Sakit Al-Ahli Baptist di Gaza maupun menyerukan gencatan senjata segera.
Kritik itu dilontarkan oleh Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) Dmitry Polyansky. Ia melihat ada dua kelemahan utama yang ditemukan dalam rancangan tersebut.
“Ada kata-kata khusus yang mengutuk tindakan Hamas, tetapi tidak mengecam pengeboman Israel di Gaza sehingga rancangan resolusi ini politis dan tidak seimbang; tidak adanya seruan untuk segera melakukan gencatan senjata," tulis Polyansky di Telegram.
Polyansky mengatakan Rusia telah menambahkan amendemen terhadap rancangan tersebut, yang salah satunya mengutuk serangan terhadap Jalur Gaza secara umum, dan menyerukan gencatan senjata demi kemanusiaan.
Rancangan Brazil tersebut sebagian besar hampir sama dengan rancangan resolusi dari Rusia yang menyerukan gencatan senjata kemanusiaan dalam perang antara Israel dan kelompok Palestina Hamas di Gaza.
Rancangan versi Rusia itu gagal disahkan Dewan Keamanan PBB pada Senin (16/10).
Rancangan resolusi dari Brazil juga menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi di kawasan yang memburuk dan banyaknya warga sipil yang menjadi korban.
Rancangan itu menyebut bahwa solusi jangka panjang terhadap konflik Palestina-Israel hanya dapat dicapai dengan cara damai.
Dokumen tersebut juga berisi “kecaman keras” atas segala kekerasan terhadap warga sipil, serta seruan agar sandera segera dibebaskan.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rusia desak Dewan Keamanan PBB kutuk serangan Israel di RS Gaza
Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
