Logo Header Antaranews Jogja

Prabowo pantang putus asa berjuang menuju Istana

Kamis, 26 Oktober 2023 06:52 WIB
Image Print
Bakal pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat menyampaikan pidato politik dalam deklarasi di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (25/10/2023). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww

Jakarta (ANTARA) - Prabowo Subianto resmi menjadi bakal calon presiden (bacapres) Republik Indonesia 2024-2029 setelah mendaftarkan diri di kantor Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) pada Selasa (25/10). Pendaftaran tersebut membuat Prabowo tercatat lima kali mengikuti perhelatan akbar Pemilihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia.

Prabowo akan berlaga pada Pilpres 2024 berpasangan dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres).

Duet ini terbilang unik karena memasangkan Prabowo sebagai bacapres tertua dengan usia 72 tahun dan Gibran sebagai bacawapres termuda yang berusia 36 tahun, saat mendaftar ke KPU RI.

Hal unik lainnya adalah pasangan Prabowo adalah putra Presiden Republik Indonesia saat ini, Joko Widodo (Jokowi), yang notabene merupakan mantan rivalnya dalam dua kontestasi pilpres sebelumnya.

Untuk memperkuat kansnya memenangi Pilpres 2024, Prabowo membentuk koalisi partai politik yang diberi nama Koalisi Indonesia Maju (KIM) beranggotakan Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, Partai Gelora Indonesia, dan satu partai lokal yaitu Partai Aceh.


Riwayat hidup

Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo atau yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai Prabowo Subianto adalah politikus, pengusaha, dan eks perwira tinggi militer Indonesia. Ia lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951.

Masa kecil Prabowo sebagai putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo banyak dilewatkan di luar negeri bersama orang tuanya. Pengalaman ini membuat Prabowo fasih berbahasa Indonesia, Prancis, Jerman, Inggris, dan Belanda.

Ia merupakan anak ketiga dan putra pertama dari Soemitro Djojohadikusumo yang berasal dari Kebumen, Jawa Tengah, dan Dora Marie Sigar, yang lebih dikenal sebagai Dora Soemitro yaitu seorang wanita berdarah Minahasa, yang berasal dari keluarga Maengkom di Langowan, Sulawesi Utara.

Ayahnya merupakan seorang pakar ekonomi dan politikus Partai Sosialis Indonesia yang pada saat itu baru saja selesai menjabat sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Natsir.

Pada April 1952, tidak lama setelah kelahiran Prabowo, Soemitro diangkat kembali sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Wilopo.

Prabowo memiliki dua kakak perempuan, Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati, dan adik laki-laki, Hashim Djojohadikusumo.

Prabowo merupakan cucu dari Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua pertama Dewan Pertimbangan Agung.

Namanya diambil dari pamannya, Kapten Soebianto Djojohadikoesoemo, seorang perwira Tentara Keamanan Rakyat yang gugur pada Pertempuran Lengkong pada Januari 1946 di Tangerang.

Prabowo banyak menghabiskan masa kecilnya di luar negeri, terutama setelah keterlibatan ayahnya menentang pemerintah Presiden Soekarno di dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia di Sumatera Barat.

Prabowo menyelesaikan pendidikan menengahnya di Victoria Institution di Kuala Lumpur, Malaysia, Zurich International School di Zurich, Swiss, dan The American School di London, Inggris.

Setelah Soekarno lengser dan Soeharto berkuasa, keluarga Soemitro kembali ke Indonesia, dan Prabowo masuk ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) di Magelang, Jawa Tengah.


Karier militer

Prabowo mengawali karier militernya di TNI Angkatan Darat pada tahun 1974 sebagai seorang Letnan Dua setelah lulus dari Akabri Darat di Magelang.

Setelah lulus dari Akabri di Magelang pada tahun 1974 sebagai seorang letnan dua, ia menjadi salah satu komandan operasi termuda dalam sejarah Angkatan Darat saat memimpin operasi Tim Nanggala di Timor Timur.

Kariernya melejit setelah menjabat sebagai Wakil Komandan Detasemen Penanggulangan Teror di Komando Pasukan Khusus pada 1983. Pada 1996, Prabowo diangkat sebagai sebagai Komandan Jenderal pada pasukan elite Angkatan Darat tersebut. Saat menjabat, ia memimpin operasi pembebasan sandera di Mapenduma.

Setelah diberhentikan dari dinas militer pada 1998, Prabowo menghabiskan banyak waktu di Yordania dan di beberapa negara Eropa.

Sekembalinya ke Indonesia, ia menekuni dunia bisnis, mengikuti jejak adiknya Hashim Djojohadikusumo yang merupakan seorang konglomerat. Bisnis Prabowo meliputi sedikitnya 27 perusahaan yang bergerak pada sektor-sektor yang berbeda.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo Subianto, pantang putus asa berjuang menuju Istana



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026