
Ganjar minta warga hargai Pancasila

Jakarta (ANTARA) - Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk menghargai dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
"Kita sebagai anak bangsa wajib menghargai Pancasila, sehingga pemikiran yang ditorehkan Bung Karno dalam renungannya benar-benar bisa kita terapkan. Caranya bagaimana? Jangan korupsi, jangan kolusi dan jangan nepotisme," kata Ganjar saat mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu.
Tak lupa, Ganjar mengunjungi sebuah taman yang di dalamnya terdapat sebuah pohon sukun yang konon merupakan tempat Bung Karno merenung. Salah satu hasil perenungan Bung Karno, lanjut Ganjar, adalah lima butir sila dalam Pancasila.
“Dengan segala kreativitasnya, Bung Karno tetap berkarya saat di pengasingan. Ada tonil yang ia ciptakan, lukisan, edukasi, dan ada inspirasi luar biasa sampai akhirnya merenung di bawah pohon sukun yang menghasilkan lima sila Pancasila. Ende memang sangat bersejarah,” katanya.
Selama berada di sana, Ganjar mengaku menghayati bahwa kelahiran Pancasila bukanlah proses yang mudah. Menurut Ganjar, proses tersebut dapat terwujud dengan semangat dan nasionalisme tinggi melalui perjuangan pendiri bangsa.
Sebab itu, Ganjar mengingatkan masyarakat untuk dapat menghormati para pahlawan, seperti Presiden Pertama RI Soekarno.
"Karena di sinilah pahlawan kita menyerahkan seluruh harta, nyawa, tenaga, pikiran, semuanya untuk kesejahteraan bangsanya. Kita harus menghormati mereka,” kata mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Di sisi lain, Ganjar menjelaskan bahwa Rumah Pengasingan Bung Karno saat menjadi tahanan politik tahun 1934-1938 itu, seperti daftar tempat yang tidak boleh dilewatkan saat mengunjungi Ende, NTT.
“Setiap kita ke Ende, pasti kita ke rumah pengasingan Bung Karno. Dan di sinilah, selama kurang lebih 4 tahun Bung Karno ada di sini,” ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ganjar ajak masyarakat hargai Pancasila
Pewarta : Rio Feisal
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
