Logo Header Antaranews Jogja

IPLM dan TGM DIY berpredikat baik

Rabu, 17 Juli 2024 23:44 WIB
Image Print
Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar (kiri) dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Bowono X (kanan) pada safari Gerakan Indonesia Membaca (ANTARA/HO-Perpusnas)

Yogyakarta (ANTARA) - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berdasarkan hasil pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) pada 2023 meraih predikat baik.

Hal ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah yang konsisten menumbuhkan kegemaran membaca di masyarakat.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Bowono X dalam safari Gerakan Indonesia Membaca mengatakan keberhasilan yang diraih daerah merupakan buah dari kolaborasi menghidupkan semangat literasi.

"Kami, di Yogyakarta sangat memahami urgensi dalam membangun literasi masyarakat," ucap Sri Sultan, di Yogyakarta, Rabu.

Sri Sultan juga menekankan bahwa upaya yang dibangun selalu mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, swasta, dan komunitas baca/literasi di wilayahnya.

Sri Sultan yang pernah mendapatkan penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka Tahun 2021 dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) merupakan salah satu pemimpin daerah yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan perpustakaan dan literasi.

Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Adin Bondar pada kesempatan yang sama menjelaskan meskipun Provinsi DIY memperoleh predikat baik hasil dari skor IPLM dan TGM, namun secara nasional budaya baca masyarakat masih perlu didorong.

Kenyataan tersebut didasari fakta di mana masih terjadi tingginya angka gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis (stunting) dan kemiskinan di Indonesia.

Dari pendekatan perpustakaan, persoalan kedua kasus tersebut bukan pada indikator ekonomi, tetapi pada kemiskinan informasi dan pengetahuan sehingga masyarakat belum memiliki kecakapan dalam hidupnya.

"Akibatnya, terjadi kurang kreatifitas dan produktivitas yang berimbas pada kurangnya kesejahteraan hidup masyarakat," ujar Adin.

Adin menambahkan, Gerakan Indonesia Membaca merupakan solusi agar para pelajar dan generasi muda yang akan membawa Indonesia Emas 2045 memahami pentingnya literasi, utamanya ketika menghadapi persaingan global di masa depan.

Gerakan ini memuat kegiatan Sepekan 1Buku, Membaca Nyaring dan Tantangan 21 Hari, Duta Baca indonesia Berdaya Dengan Buku, dan Sayembara Kepenulisan Daerah Berbasis Konten Lokal.

"Gerakan Indonesia Membaca menjadi salah satu rencana aksi dari RPJMN 2020-2024 terkait upaya peningkatan literasi," kata Adin.

Demi mendukung penguatan gerakan tersebut, Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin pada 17 Mei 2024 melakukan pencanangan Gerakan Literasi Desa yang diinisiasi Perpusnas bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Gerakan ini merupakan upaya penguatan kepada 10.000 perpustakaan desa secara nasional.

Setiap desa yang dituju akan memperoleh bantuan 1.000 bahan bacaan bermutu. Bahkan, setiap perpustakaan ataupun TBM di desa pun mulai 2024 bisa memanfaatkan anggaran dana desa untuk pengembangan dan operasional perpustakaan.

"Provinsi DIY secara khusus akan menerima 203 lokus perpustakaan desa/kelurahan dan taman baca masyarakat sebagai bagian dari penguatan literasi desa," tutur Adin.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026