Logo Header Antaranews Jogja

Liga Europa, satu-satunya jalan Manchester United selamatkan klub?

Sabtu, 19 April 2025 16:25 WIB
Image Print
Gelandang Lyon asal Prancis #08 Corentin Tolisso (C) menyundul bola untuk mencetak gol pertama mereka dalam pertandingan leg kedua perempat final Liga Eropa UEFA antara Manchester United dan Lyon di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada Kamis (17/4/2025). ANTARA/AFP/Oli Scarff


Bisa melegakan nafas keuangan

Kendati masih ditempatkan pada urutan keempat oleh Deloitte Money League sebagai salah satu klub berpendapatan terbesar di Eropa pada 2025, United yang berpemasukan 636,95 juta pound (Rp14,3 triliun) merugi 113 juta pound (Rp2,52 triliun) pada musim lalu.

Padahal, meminjam analisis ESPN beberapa waktu lalu, Liga Premier hanya membolehkan sebuah klub merugi 105 juta pound dalam kurun tiga tahun terakhir.

United juga menghadapi kenyataan pahit oleh terus naiknya utang yang bertambah 515,7 juta pound, ditambah utang fee transfer 414 juta pound.

Bunga utang yang ditanggung Setan Merah pun mencapai 35 juta pound (Rp782 miliar) per tahun.

Akhir tahun lalu Setan Merah harus mengeluarkan 14,5 juta pound untuk kompensasi akibat memecat Erik ten Hag dan direktur olahraga Dan Ashworth.

Beban yang menggunung ini memaksa United melego asset-assetnya, khususnya pemain.

Pemilik saham minoritas, Jim Ratcliffe, bahkan membarengi langkah itu dengan efisiensi gila-gilaan, dengan memecat karyawan dan mencabut keistimewaan-keistimewaan seperti makan siang gratis untuk staf non pemain.

Tapi ketika harus melepas pemain, mereka menghadapi aturan ketat Liga Inggris yang tak membolehkan klub mengakhiri kontrak pemain, kecuali pemain melakukan tindakan tidak terpuji atau setuju mengakhiri kontrak.

Baca juga: MU kalah telak di kandang Newcastle United

Muncul persoalan lain, yakni kebanyakan pemain yang ingin dilepas MU ditawar oleh klub lain dengan harga lebih rendah dari harga ketika MU membeli pemain-pemain itu. Lebih buruk lagi, sejumlah pemain sama sekali tak diminati klub lain.

Tak heran, pemain-pemain mahal yang menguras pengeluaran gaji seperti Marcus Rashford, Anthony dan Jadon Sancho dipinjamkan kepada klub lain, demi mengurangi beban gaji United.

Hanya sejumlah pemain yang laku dijual, dan itu asset-asset hebat, seperti Scott McTominay yang kini bagian instrumental dalam sukses Napoli di Liga Italia.

Kesulitan-kesulitan ini membuat United pragmatis mengalihkan perhatian ke Liga Champions.

Walaupun Liga Europa juga menawarkan pemasukan besar, Liga Champions lebih bisa mengatasi bolong keuangan MU.

Musim lalu, Atalanta mendapatkan 18,23 juta pound karena menjuarai Liga Europa. Musim ini, juara Liga Europa bakal mendapatkan pemasukan lebih besar, 27,04 juta pound.

Ditambah setiap pertandingan Liga Europa, maka jika menjuarai Liga Eropa musim ini, United bisa mendapatkan pemasukan paling sedikit 60 juta pound (Rp1,34 triliun).

Angka sebesar itu sudah bisa melegakan nafas keuangan United dari cekikan rugi dan utang.

Baca juga: Onana blunder, MU harus puas dengan hasil imbang di kandang Lyon





COPYRIGHT © ANTARA 2026