Logo Header Antaranews Jogja

Haji tanpa antre itu penipuan, Kemenag minta masyarakat segera laporkan

Senin, 5 Mei 2025 18:45 WIB
Image Print
Tangkapan layar - Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama (Kemenag) Akhmad Fauzin dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji 2025 yang diikuti dalam jaringan di Jakarta pada Senin (5/5/2025). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) RI mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap promosi ibadah haji tanpa antre yang kini marak ditawarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Akhmad Fauzin menegaskan bahwa jalur keberangkatan haji harus melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan pemerintah.

"Kami mengajak masyarakat untuk melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan indikasi praktik penipuan atau promosi haji tanpa antre dengan jalur tidak resmi," ujar Fauzin dalam konferensi pers daring penyelenggaraan ibadah haji 2025 di Jakarta, Senin (5/5).

Fauzin mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur dengan iming-iming keberangkatan instan tanpa proses pendaftaran resmi.

Ia menegaskan bahwa ibadah haji hanya sah dilakukan menggunakan visa haji resmi dari Pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Cuaca panas Madinah 35 Celsius, jamaah haji diimbau jaga kesehatan

"Ibadah haji hanya dapat dilakukan dengan visa haji resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Visa jenis lain seperti visa ziarah, visa kerja, atau visa turis tidak dapat digunakan untuk berhaji," tegasnya.

Ia pun menyebutkan bahwa Arab Saudi akan memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang nekat berhaji menggunakan visa non-haji.

Hukuman tersebut meliputi penahanan, deportasi, hingga pelarangan masuk ke Arab Saudi selama beberapa tahun.

"Kami memohon masyarakat untuk tidak mempertaruhkan ibadah sucinya melalui jalur yang tidak sah," imbuh Fauzin.

Baca juga: Calon haji asal Padang dilarikan ke RS Madinah karena sesak napas

Dalam kesempatan itu, ia juga melaporkan perkembangan pemberangkatan jemaah haji Indonesia.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji (Siskohat), hingga hari ini tercatat sebanyak 22.301 jemaah telah tiba di Arab Saudi dalam 57 kelompok terbang (kloter).

"Hari ini rencana terdapat 5.114 calon haji diberangkatkan, terbagi dalam 13 kloter yang diterbangkan dari tanah air menuju Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah," jelasnya.

Peringatan ini menjadi sinyal tegas bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak terjebak dalam skema haji ilegal yang berisiko menggagalkan ibadah suci mereka.


Baca juga: Menhub: Terminal Khusus Haji dan Umrah Soetta jadikan layanan ke Tanah Suci makin baik



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Masyarakat diminta lapor jika temukan promosi haji tanpa antre



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026