
Nissan gencar efisiensi, tawarkan pensiun dini ke pekerja di AS

Tokyo (ANTARA) - Nissan Motor Co. mengambil langkah besar dalam upaya restrukturisasi globalnya dengan menawarkan program pensiun dini bagi karyawan di Amerika Serikat. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh perusahaan pada Kamis (29/5), di tengah tekanan berat yang dihadapi industri otomotif dunia.
Program ini merupakan bagian dari strategi pemulihan bisnis yang tengah dijalankan produsen otomotif asal Jepang tersebut. Meski tidak mengungkapkan secara rinci jumlah pekerja yang akan terdampak, kebijakan ini diduga menargetkan pegawai di lini administrasi dan fasilitas perakitan.
Sementara itu, sehari sebelumnya, Rabu (28/5), Nissan mengungkapkan rencana besar untuk menghimpun dana sekitar 1 triliun yen atau setara Rp112 triliun melalui penerbitan obligasi korporasi dan pelepasan sejumlah aset milik perusahaan.
Baca juga: Nissan Kicks e-Power miliki berbagai kecanggihan
Langkah ini dipandang krusial demi menjaga arus kas perusahaan menjelang jatuh tempo pelunasan obligasi dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan likuiditas menjelang jatuh tempo obligasi besar-besaran, ungkap seorang sumber internal Nissan.
Sebagai produsen mobil terbesar ketiga di Jepang, Nissan kini menghadapi tekanan berat akibat anjloknya penjualan di dua pasar kunci mereka, yakni Amerika Serikat dan China.
Situasi ini memaksa perusahaan untuk mengambil langkah tegas. Pada 13 Mei lalu, Nissan mengumumkan rencana penutupan tujuh pabrik dan pengurangan sekitar 20.000 tenaga kerja di seluruh dunia sebagai bagian dari efisiensi global.
Sumber: Kyodo
Baca juga: Nissan tarik 520.000 mobil dari pasaran
Baca juga: Penjualan mobil Nissan turun
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pekerja Nissan di AS ditawari pensiun dini
Pewarta : Anton Santoso
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
