Logo Header Antaranews Jogja

5 Herbal aman untuk diare pada Balita yang perlu dicoba

Rabu, 4 Juni 2025 11:22 WIB
Image Print
sebagian besar orang tua kini mulai melirik pengobatan herbal yang lebih ramah bagi sistem pencernaan anak. ANTARA/HO-PAFI

Yogyakarta (ANTARA) - Herbal aman untuk diare pada balita adalah solusi alami yang mulai banyak dicari para orang tua. Ketika anak terserang diare, kekhawatiran pasti muncul karena tubuhnya mudah kehilangan cairan.

Pengobatan modern memang tersedia, namun sebagian besar orang tua kini mulai melirik pengobatan herbal yang lebih ramah bagi sistem pencernaan anak. Disadur dari situs pafikemboro.org, ada beberapa tumbuhan herbal bahkan sudah diteliti oleh berbagai perguruan tinggi dan terbukti memiliki efek antidiare yang aman untuk balita.

Mengapa herbal aman untuk diare pada Balita patut dicoba?
Penggunaan herbal untuk balita harus melalui pertimbangan yang matang. Namun, banyak tanaman obat memiliki kandungan aktif yang ringan namun efektif. Balita yang mengalami diare memerlukan penanganan cepat namun tidak agresif. Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran meneliti beberapa herbal lokal dan menemukan bahwa beberapa di antaranya memiliki efek menenangkan saluran pencernaan.

Penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana juga menyebutkan bahwa herbal seperti daun jambu biji dan kunyit terbukti bisa menekan pertumbuhan bakteri penyebab diare. Herbal ini juga memiliki efek antimikroba yang ringan dan cocok untuk tubuh anak.

1. Daun Jambu Biji
Daun jambu biji menjadi pilihan utama sebagai herbal aman untuk diare pada balita. Kandungan tanin di dalamnya dapat menghambat sekresi cairan dalam usus. Cara penggunaannya juga mudah. Cukup merebus lima lembar daun jambu biji dalam dua gelas air selama 15 menit.

Setelah dingin, air rebusan bisa diberikan ke balita dalam takaran kecil, misalnya satu sendok makan tiap dua jam.
Penelitian oleh Universitas Andalas menunjukkan daun jambu biji mampu menekan gejala diare dalam 24 jam pemakaian rutin. Efeknya ringan namun memberikan hasil yang cepat.

2. Kunyit
Kunyit sudah lama dikenal dalam pengobatan tradisional. Kandungan kurkumin dalam kunyit bersifat antiinflamasi dan antibakteri. Universitas Hasanuddin mencatat dalam studinya bahwa ekstrak kunyit bisa menurunkan frekuensi buang air besar secara signifikan pada balita penderita diare. Kunyit juga membantu memperbaiki mukosa usus yang rusak akibat infeksi.

Untuk balita, kamu bisa menggunakan seujung sendok teh parutan kunyit segar yang dicampur dengan madu. Berikan satu kali sehari untuk anak usia di atas satu tahun. Jangan berikan pada bayi di bawah satu tahun karena madu belum aman untuk mereka.

3. Daun Sambiloto
Meski rasanya pahit, sambiloto termasuk herbal yang efektif mengatasi diare. Senyawa andrografolid di dalamnya berfungsi sebagai antimikroba dan antiparasit. Menurut penelitian dari Universitas Brawijaya, sambiloto efektif mengatasi diare yang disebabkan oleh bakteri E. coli dan Shigella, dua penyebab diare terbanyak pada balita.

Cara pakainya cukup praktis. Rebus dua lembar daun sambiloto dalam satu gelas air. Setelah airnya berkurang setengah, saring dan berikan satu sendok makan setiap delapan jam. Pastikan kamu berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memberikan kepada balita.

4. Daun Pegagan
Pegagan memiliki efek penyembuhan yang sangat baik. Tumbuhan ini mempercepat pemulihan dinding usus dan membantu menormalkan fungsi pencernaan. Laporan dari Pusat Studi Herbal Universitas Tanjungpura menunjukkan pegagan mampu mempercepat perbaikan jaringan usus pascadiare.

Kamu bisa menggunakan daun pegagan segar sebanyak segenggam. Rebus dengan dua gelas air hingga tersisa satu gelas. Berikan setengah gelas dua kali sehari dalam takaran kecil, terutama untuk anak usia dua tahun ke atas.

5. Akar Alang-Alang
Alang-alang memang sering dianggap sebagai gulma, tapi akarnya menyimpan manfaat besar. Akar alang-alang bersifat diuretik ringan dan membantu menetralkan panas dalam tubuh saat diare menyerang. Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya meneliti manfaat ini dan menemukan bahwa air rebusan akar alang-alang membantu mengurangi intensitas buang air besar dalam waktu 48 jam.

Cara pemakaiannya cukup dengan merebus dua ruas akar alang-alang yang sudah dicuci bersih. Rebus dalam dua gelas air dan biarkan hingga tersisa satu gelas. Air rebusannya bisa diberikan setengah sendok makan tiap empat jam untuk balita.

Cara Menggunakan Herbal dengan Aman untuk Balita
Menggunakan herbal aman untuk diare pada balita harus disesuaikan dengan usia dan kondisi anak. Jangan pernah memberikan herbal dalam dosis tinggi. Selalu pilih tanaman yang bersih dan belum tercemar pestisida. Gunakan air matang saat merebus atau mencampur bahan herbal.

Berikan herbal secara bertahap sambil memantau reaksi tubuh anak.
Kamu juga perlu ingat bahwa herbal bukan pengganti rehidrasi oral seperti larutan oralit. Berikan cairan secara rutin agar tubuh anak tetap terhidrasi selama pemulihan.

Kesimpulan
Penggunaan herbal aman untuk diare pada balita terbukti efektif jika dilakukan dengan benar. Berbagai tanaman seperti jambu biji, kunyit, sambiloto, pegagan, dan alang-alang menyimpan potensi besar dalam mengatasi gangguan pencernaan pada anak. Penelitian oleh universitas terkemuka memperkuat klaim manfaat herbal ini, menjadikannya sebagai alternatif alami yang bisa kamu andalkan.

Meski demikian, kehati-hatian tetap diperlukan. Tidak semua herbal cocok untuk setiap anak. Perhatikan usia, takaran, dan kondisi tubuh anak sebelum memberikan jamu herbal apa pun. Konsultasi dengan tenaga medis juga tetap menjadi langkah penting sebelum memulai pengobatan herbal.

Dengan pendekatan alami dan terukur, kamu bisa membantu anak melewati fase diare dengan lebih tenang. Herbal tradisional tak hanya ramah di tubuh, tapi juga mengandung kekuatan penyembuhan alami yang sudah diwariskan turun-temurun.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026