Logo Header Antaranews Jogja

Protes imigran memanas 2.000 Garda Nasional dikerahkan ke LA

Minggu, 8 Juni 2025 15:11 WIB
Image Print
Protes migran ilegal di Inggris/HO-Anadolu/www.aa.com.tr

Washington (ANTARA) - Ketegangan memuncak di Los Angeles setelah gelombang protes meletus menyusul operasi penggerebekan terhadap imigran ilegal oleh aparat federal. Pemerintah Amerika Serikat merespons dengan langkah drastis: mengerahkan 2.000 personel Garda Nasional ke jantung kota.

Langkah ini diambil setelah operasi Lembaga Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di pusat kota Los Angeles berakhir ricuh. Upaya pencarian dan penangkapan imigran tanpa dokumen memicu bentrokan antara petugas dan para demonstran.

“Kami sedang menambah sumber daya saat ini. Malam ini, kami akan mengerahkan Garda Nasional. Kami akan terus menjalankan tugas kami,” ujar Tom Homan, pejabat tinggi perbatasan AS, dalam wawancara dengan Fox News.

Pengerahan pasukan diumumkan tidak lama setelah Presiden Donald Trump menandatangani nota perintah resmi. Gedung Putih menilai operasi ini vital demi menahan gelombang masuknya imigran ilegal yang disebut-sebut sebagai "kriminal".

“Operasi ini sangat penting untuk menghentikan dan membalikkan arus masuk para kriminal ilegal ke Amerika Serikat. Setelah aksi kekerasan ini, para pemimpin Demokrat di California terbukti gagal total menjalankan tanggung jawab mereka melindungi warga,” tegas Sekretaris Pers Gedung Putih, Karolyne Leavitt.

Oleh karena itu, katanya, Presiden Trump menandatangani Nota Presiden untuk mengerahkan 2.000 anggota Garda Nasional demi mengatasi kondisi tanpa hukum yang dibiarkan berkembang.

California, sebagai benteng Partai Demokrat, kembali menjadi sasaran kritik pedas Presiden Trump. Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan antara Washington dan Sacramento kian meningkat. Trump bahkan sempat mengancam memotong dana negara bagian karena kebijakan inklusif terhadap atlet transgender.

Konflik pusat-daerah ini juga mencuat lewat pemangkasan dana federal. Baru-baru ini, pemerintah pusat mencoret anggaran proyek penanggulangan banjir senilai 126,4 juta dolar AS (sekitar Rp1,2 triliun) dan mengkritik keras penanganan bencana kebakaran hutan oleh otoritas setempat.

Menanggapi tekanan bertubi-tubi dari Gedung Putih, Gubernur California Gavin Newsom memperingatkan bahwa negara bagian bisa mengambil langkah ekstrem.

“Jika pemotongan besar-besaran terhadap dana federal benar-benar dilakukan, kami bisa saja menghentikan pembayaran pajak federal,” ujarnya pada Sabtu.

Dengan ribuan tentara kini disiagakan di kota terbesar kedua di Amerika Serikat, situasi politik dan sosial di California diprediksi akan semakin memanas. Dunia kini menyoroti bagaimana negara adidaya ini menangani ketegangan internal yang kian meruncing.

Sumber: Sputnik-OANA



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump kerahkan Garda Nasional amankan protes imigran ilegal di LA



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026