Masduki, Barista Madura legendaris di kedai kopi tersohor Jeddah

id kedai kopi jeddah, ibadah haji 2025,diaspora indonesia Oleh Teguh Priyanto

Masduki, Barista Madura legendaris di kedai kopi tersohor Jeddah

Masduki menyajikan kopi andalan Machiato Baitul Gahwa di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (15/6/2025). ANTARA/ Teguh Priyanto

Racikan khas

Keistimewaan kopi di Baitul Gahwa terletak pada cara penyajiannya yang unik. Racikan kopi dilakukan tanpa takaran pasti, hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman. Menu andalan adalah Michiato dan Capucino. Masduki membuat kopi hanya berdasarkan feeling, bukan resep baku.

"Kami racik kopi dengan feeling. Antara kopi dan susu harus pas. Pelanggan bilang, rasa kopi di sini susah dicari di tempat lain,” ujar Masduki.

Meski baristanya berasal dari Indonesia, biji kopi yang digunakan di kedai kopi itu berasal dari Brazil. Brazil Arabica menjadi bahan utama yang dipilih dengan teliti berdasarkan ukuran dan tingkat kematangan biji. Kualitas ini yang membuat rasa kopi di Baitul Gahwa tetap konsisten dan khas.

Dalam satu pekan, kedai ini bisa menghabiskan hingga 50 kilogram kopi. Jumlah itu tergolong besar untuk ukuran kedai kecil, dan menunjukkan tingginya permintaan dari pelanggan.

Baca juga: Jemaah haji Kloter 1 Debarkasi Makassar tiba Tanah Air

Pelanggan tiga benua

Daya tarik kedai kopi itu tidak hanya dirasakan oleh warga lokal Jeddah. Banyak pelanggan datang dari kota-kota lain, seperti Riyadh, Thaif, bahkan dari luar negeri. Ada yang dari Amerika, Prancis, Italia. Kadang tiap hari mereka datang selama berada di Jeddah.

Beberapa di antaranya adalah pelanggan lama yang kembali setelah bertahun-tahun. Dulu, meraka minum ke kedai kopi itu, sekarang datang lagi. Mereka mengakui bahwa rasanya masih sama. Itu yang membuat mereka kembali.

Di tengah maraknya persaingan dari kafe-kafe modern, kedai kopi tempat Masduki bekerja masih bertahan dengan kekuatan utama, rasa. Menurut Masduki, menjaga kualitas rasa kopi dan bersikap ramah kepada pelanggan menjadi kunci utama untuk mempertahankan loyalitas.

Bagi dia, pelayanan sangat penting. Kalau karyawan sopan dan ramah, orang pasti kembali lagi. Nilai itu yang selalu dipegang oleh Masduki sampai sekarang.

Baca juga: Menag tepis isu pungli dalam Safari Wukuf


Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.