Logo Header Antaranews Jogja

Usai kekalahan dramatis dari Al Hilal, Guardiola minta pemain istirahatkan pikiran

Rabu, 2 Juli 2025 06:14 WIB
Image Print
Pelatih Manchester City Pep Guardiola memegang wajahnya saat dalam laga lanjutan Liga Inggris melawan Manchester United di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, Minggu (15/12/2024). Bruno Fernandes mencetak gol penalti di menit ke 88 dan Amad melengkapinya di menit 90 untuk membawa MU comeback dan memenangkan laga itu dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/Action Images via Reuters/Jason Cairnduff/foc.

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Manchester City Pep Guardiola meminta para pemainnya untuk mengistirahatkan pikiran setelah tersingkir dari FIFA Club World Cup 2025 usai kekalahan dramatis 3-4 dari Al Hilal, Senin (1/7) malam waktu setempat, di Camping World Stadium, Orlando.

“Kami ingin sekali melanjutkan turnamen ini. Kami hanya bisa tampil di ajang ini sekali setiap empat tahun. Kami merasa tim tampil baik, tapi sekarang waktunya pulang dan mengistirahatkan pikiran untuk musim baru,” kata Guardiola kepada media, dikutip dari laman resmi Piala Dunia Antarklub.

City gagal melaju ke perempat final turnamen usai takluk di babak tambahan waktu. Gol penentu kemenangan Al Hilal dicetak Marcos Leonardo pada menit ke-112.

Pelatih asal Spanyol itu menyebut kegagalan City kali ini sebagai sebuah kerugian, namun mengapresiasi sikap para pemain yang tetap menjaga semangat dan kualitas selama turnamen berlangsung.

“Suasananya sangat baik. Saya tidak bisa cukup berterima kasih kepada Manchester City dan terutama para pemain atas cara mereka berlatih dan bermain,” katanya. “Margin di level ini sangat kecil.”

Guardiola menyoroti kegagalan lini depan timnya dalam menyelesaikan peluang, terutama di babak pertama saat mereka mendominasi permainan namun gagal mencetak gol.

“Kami harus bisa mencetak gol dan tampil lebih klinis,” katanya. “Mereka tidak menciptakan banyak peluang di babak pertama, kami punya, tapi tidak bisa menyelesaikannya.”

Salah satu faktor yang membuat City gagal mengunci kemenangan lebih awal adalah performa gemilang kiper Al Hilal asal Maroko Yassine Bounou yang tampil impresif di babak kedua.

“Penjaga gawang mereka bermain luar biasa. Kami memberi mereka celah untuk melakukan transisi, dan mereka memanfaatkannya,” ucap Guardiola.

“Saya melihat banyak hal bagus yang bahkan belum pernah saya lihat sebelumnya,” katanya. “Hubungan antar pemain sangat solid, kapten kami Bernardo Silva sangat membantu, dan standar kerja dari staf tetap tinggi.”

Sementara itu, gelandang Al Hilal Sergej Milinkovic-Savic menanggapi sinis kritik terhadap kompetisi Liga Pro Saudi usai timnya mengejutkan dunia dengan kemenangan 4-3 atas Manchester City di babak 16 besar FIFA Club World Cup 2025 di Orlando, Selasa WIB.

“Sekarang kita lihat apakah mereka masih akan mengkritik kami,” kata Milinkovic-Savic dikutip ESPN.

“Kami tunjukkan kepada mereka bahwa liga ini tidak seperti yang mereka bicarakan," ujar gelandang asal Serbia yang hijrah dari Lazio pada 2023.

Dalam laga berbalas gol, Al Hilal yang diperkuat sejumlah eks bintang Eropa mampu menyingkirkan tim yang berhasil menjuarai Liga Champions dan Premier League sekaligus pada 2023. Kemenangan ini menjadi sorotan tajam, terutama karena banyak pihak sebelumnya meremehkan kualitas sepak bola Arab Saudi.

“Kami sudah buktikan melawan Real Madrid, Salzburg, Pachuca, dan malam ini. Saya harap kami bisa terus menunjukkan kemampuan kami,” tambahnya.

Bergabungnya Milinkovic-Savic dan sejumlah nama besar lainnya ke Liga Pro Saudi sejak peningkatan investasi dari Public Investment Fund Arab Saudi sempat dikritik karena dianggap lebih memilih uang ketimbang ambisi meraih prestasi di level tertinggi Eropa.

Namun, hasil kontra Manchester City dinilai menjadi pembuktian bahwa kualitas Liga Pro Saudi mulai patut diperhitungkan di panggung internasional.

Pelatih teranyar Al Hilal Simone Inzaghi yang baru beberapa pekan menangani tim setelah meninggalkan Inter Milan, menyebut kemenangan tersebut sebagai hasil dari kerja keras dan semangat juang para pemain.

“Kunci dari hasil ini adalah para pemain, hati yang mereka tunjukkan di lapangan,” kata Inzaghi.

“Kami harus melakukan sesuatu yang luar biasa, karena kami tahu kualitas Manchester City. Kami sadar kami seperti harus mendaki Gunung Everest tanpa oksigen, dan kami berhasil.”

“Guardiola adalah pelatih terbaik di dunia, tapi malam ini kami tampil sebaik mungkin dan pantas meraih hasil ini,” kata Inzaghi.



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026