
Polda Jabar ambil alih kasus tewasnya 3 orang saat pernikahan anak Dedi Mulyadi (KDM)

Bandung (ANTARA) - Kepolisian Daerah Jawa Barat mengambil alih kasus meninggalnya tiga orang, termasuk anggota Polri, dalam insiden Pesta Rakyat dalam rangkaian pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) di Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (18/7).
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan awal untuk mengetahui penyebab utama pada insiden maut di pesta pernikahan anak KDM tersebut.
"(Penanganan) Diambil ke polda. Kita masih terus lakukan asistensi terhadap jalannya acara tersebut," kata Hendra di Bandung, Senin.
Hendra menyebut pihak penyelenggara acara atau event organizer (EO) berpotensi diperiksa penyidik Polda Jabar lantaran disebut bertanggung jawab dalam pelaksanaan acara itu.
"Tahapan kami adalah penyelidikan awal. Kalau mempelai kan sudah menyerahkan kepada EO," ucapnya.
Baca juga: Satu polisi meninggal dalam pernikahan anak Dedi Mulyadi (KDM)
Baca juga: Dedi Mulyadi persilakan polisi selidiki pesta rakyat renggut tiga orang tewas
Ia mengatakan tragedi tersebut terjadi berawal dari warga yang berdesakan hendak mengambil makanan gratis yang jumlahnya sekitar 5.000 paket makanan. Sedangkan massa yang datang hampir dua kali lipat dari jumlah ketersediaan makanan.
"Nah, kronologi awalnya itu, di pendopo itu disiapkan paket makanan gratis. Jumlahnya informasi awal yang kita dapatkan adalah 5.000 pack. Kemudian masyarakat itu mengantre di luar dari pintu-pintu pendopo ini," kata Hendra.
Dalam kejadian itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan 30 orang dilarikan ke rumah sakit karena terluka yang diduga saling berdesakan ketika sesi pembagian makanan gratis.
Baca juga: Sembilan korban tragedi Pesta Rakyat di Garut dirawat di rumah sakit
Hendra mengatakan sebelum acara dimulai, ribuan warga dari dalam dan luar Kabupaten Garut sudah memadati kawasan pendopo untuk menghadiri berbagai kegiatan yang direncanakan berlangsung hingga malam.
"Antara masyarakat yang boleh masuk dengan masyarakat yang berdatangan dari luar itu lebih banyak masyarakat yang datang dari luar mau masuk tadi itu. Sehingga ketika acara ini hanya dibatasi seberapa, akhirnya dorongan dari dari luar itu sangat deras," ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya apabila diminta memberikan keterangan kepada pihak kepolisian terkait insiden dalam acara syukuran pernikahan anaknya tersebut.
Ia menegaskan tidak akan mempermasalahkan apabila harus dipanggil untuk dimintai penjelasan.
"Enggak ada masalah. Kan semua orang kedudukannya sama di depan hukum. Mau anak saya, mau saya, kan kalau ada panggilan harus datang dan memberikan keterangan secara benar," kata KDM, sapaan akrab Gubernur Jabar.
Baca juga: Dedi Mulyadi janji berikan santunan kematian Rp150 juta per keluarga korban pesta rakyat
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polda Jabar ambil alih kasus tewasnya tiga orang saat pernikahan anak KDM
Pewarta : Rubby Jovan Primananda
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
