
Prabowo perintahkan penyelesaian Waste to Energy dalam 18 bulan

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan kepada Kementerian Koordinator bidang Pangan untuk segera merampungkan seluruh program waste to energy paling lambat dalam 18 bulan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, menjelaskan program ini bertujuan menyelesaikan persoalan pengelolaan sampah yang mandek selama 10 tahun terakhir.
"Tadi, Presiden menegur kami, 18 bulan bisa selesai. Kita usahakan," katanya.
Pria yang karib disapa Zulhas itu menjelaskan, kontrak proyek telah selesai ditandatangani dan tinggal menunggu peraturan presiden (Perpres) yang diperkirakan turun dalam 1 hari hingga 2 hari ke depan.
Baca juga: Menko Bidang Pangan berkomitmen atasi gunung sampah dalam dua tahun
Baca juga: Bawuran jadi lokasi pengolahan sampah sistem waste to energy wilayah Bantul
Awalnya, kata Zulhas, administrasi diproyeksikan memakan waktu 6 bulan dan masa pengerjaan selama 18 bulan, namun Presiden mendorong percepatan agar keseluruhan proyek bisa selesai lebih cepat dari target awal dua tahun.
Dikatakan Zulhas, proyek ini sebelumnya melibatkan banyak pihak, termasuk bupati, gubernur, DPRD, kementerian, hingga PLN.
Untuk mengejar target penyelesaian, kata Zulhas, mekanismenya akan disederhanakan: Danantara akan langsung berkontrak dengan PLN, sementara izin proyek akan dikeluarkan oleh Kementerian ESDM.
Menurut Zulhas, perpres yang akan diterbitkan mengatur pemangkasan birokrasi panjang ini untuk mempercepat implementasi proyek.
Baca juga: Pengelolaan sampah di Bantul diarahkan ke sistem waste to energy
Baca juga: Menteri LH akui permasalahan sampah di DIY tidak sederhana
Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Juni 2025, Presiden Prabowo menginstruksikan percepatan penanganan sampah melalui skema hulu seperti TPS-3R dan TPST, serta hilir seperti Waste to Energy (WTE) dan Refuse-derived Fuel (RDF), dengan melibatkan pemerintah daerah sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan strategi telah disusun bersama, sementara Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut 33 TPA menjadi fokus konversi sampah menjadi energi.
Menteri Investasi Rosan Roeslani menambahkan, Danantara siap berinvestasi bersama swasta dalam proyek WTE, memperkuat kolaborasi pemerintah dan sektor swasta untuk penyelesaian persoalan sampah nasional.
Baca juga: Menjawab tantangan pengelolaan sampah, AQUA dan Rekosistem luncurkan waste station di YogyakartaBaca juga: Haleon Indonesia terapkan zero waste di Pabrik Pulogadung
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo perintahkan penyelesaian Waste to Energy dalam 18 bulan
Pewarta : Andi Firdaus, Fathur Rochman
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
