Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membangun, pemeliharaan saluran irigasi teknis dan mendorong modernisasi pertanian guna mempertahankan swasemba pangan di DIY.
Bupati Sleman Harda Kiswaya di Sleman, Rabu, mengatakan saat ini, wilayah Sleman sedang memasuki panen raya padi. Untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan Sleman, maka Pemkab Sleman fokus memperbaiki jaringan saluran irigasi teknis.
"Kami sudah mengidentifikasi saluran-saluran irigasi teknis yang sangat fundamental bagi ketahanan pangan di Sleman akan mendapat perhatian khusus," kata Harda Kiswaya.
Ia mengatakan pembangunan dan pemeliharaan saluran irigasi teknis dibiayai melalui APBD kabupaten, provinsi dan pusat. Hal ini untuk menjaga ketahanan pangan.
"Pembangunan dan pemeliharaan dianggarkan di APBD kabupaten, sedangkan sebagian lain, kami usulkan ke provinsi dan pusat. Kami sudah menjalankan ini, dan telah berkomunikasi dengan pusat. Bahkan, dari pusat sudah langsung melakukan survei dan peninjauan lokasi irigasi," katanya.
Lebih lanjut, Harda mengatakan pihaknya juga menjamin ketersediaan pupuk bagi petani. "Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait pupuk. Saat ini, ada perubahan manajemen distribusi pupuk. Kami meyakini sistem ini mempermudah petani mendapatkan pupuk," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Rofiq Andriyanto mengatakan ketersediaan pangan pokok merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ketersediaan pangan semakin menghadapi tantangan serius akibat maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian.
Di Kabupaten Sleman, fenomena ini cukup terasa. Kebutuhan akan ruang permukiman serta sarana pendukung kehidupan masyarakat menyebabkan lahan pertanian produktif berkurang secara signifikan. Kondisi ini berdampak langsung pada menurunnya luas tanam dan berkurangnya produksi pangan, padahal kebutuhan pangan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk.
“Alih fungsi lahan memang sulit dihindari seiring perkembangan wilayah. Namun, kita harus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga melalui intensifikasi, efisiensi, dan modernisasi pertanian. Kalau tidak, cadangan pangan akan tergerus dan keamanan pangan kita terancam,” jelas Rofiq.
Untuk mengatasi penurunan ketersediaan pangan, Sleman terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian modern. Mulai dari penggunaan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan, pemanfaatan alat dan mesin pertanian untuk efisiensi kerja, hingga sistem pemasaran digital.
”Pasar lelang cabai dan sayuran berbasis titik kumpul yang telah berjalan di Sleman memanfaatkan teknologi digital untuk mempertemukan petani dengan pembeli besar secara transparan, memangkas rantai distribusi, serta memberikan harga yang lebih kompetitif, sehingga menguntungkan petani dan mendorong mereka untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi” ujar Rofiq.
Rofiq menambahkan bahwa strategi lain yang tidak kalah penting adalah mengoptimalkan regenerasi petani dan pemberdayaan petani milenial. Dengan keterlibatan generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi, sektor pertanian dapat terus berkembang meski lahan menyempit.
“Anak-anak muda kita punya peran besar dalam membawa pertanian ke arah yang lebih modern. Modernisasi pertanian hadir sebagai jawaban atas keterbatasan lahan, perubahan iklim, dan kebutuhan regenerasi petani. Dengan alat mesin pertanian, penggunaan greenhouse, irigasi otomatis, hingga pemanfaatan drone pertanian, petani dapat lebih presisi dalam mengelola lahan dan meminimalisir risiko gagal panen,” terang Rofiq.
Dengan pendekatan modernisasi pertanian yang terintegrasi, Kabupaten Sleman berharap bisa menjaga keberlanjutan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menjawab tantangan alih fungsi lahan yang kian meningkat.
“Ketersediaan pangan adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar. Oleh karena itu, penguatan teknologi, inovasi, serta kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk menjaga Sleman tetap tangguh pangan di masa depan,” pungkasnya.
