Logo Header Antaranews Jogja

Unisa Yogyakarta serukan transparansi penegakan hukum pasca- tragedi unjuk rasa

Senin, 1 September 2025 19:28 WIB
Image Print
Rektor Unisa Yogyakarta Dr Warsiti, S.Kp., M.Kep. Sp.Mat saat membacakan seruan sikap pasaca-tragesi unjuk rasa di beberapa wilayah Indonesia yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan materi di jalanan kampus Unisa Yogyakarta, Senin (1/9/2025). ANTARA/HO-Unisa Yogyakarta

Sleman (ANTARA) - Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menyampaikan pernyataan sikap resmi menyerukan transparansi dalam penegakan hukum pasca-tragedi unjuk rasa di sejumlah wilayah di Indonesia yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan materi.

"Tragedi aksi unjuk rasa di beberapa kota di Indonesia mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka, penjarahan serta kerusakan fasilitas umum, untuk itu Unisa Yogyakarta menuntut transparansi dalam penegakan hukum kasus-kasus tersebut khususnya terkait kasus yang menimpa almarhum Affan Kurniawan," kata Rektor Unisa Yogyakarta Dr Warsiti, S.Kp., M.Kep. Sp.Mat di Sleman, Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, proses hukum harus berjalan dengan adil, terbuka dan tidak diskriminatif agar dapat memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi keluarga dan masyarakat luas.

"Apabila proses hukum yang dijalankan tersebut tidak sesuai dengan kaidah hukum, maka akan menjadi preseden buruk bagi generasi selanjutnya dan bisa terulang pada masa yang akan datang," katanya.

Ia mengatakan, Unisa Yogyakarta juga menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa demonstrasi, serta menaruh perhatian khusus terhadap dampak kekerasan bagi keluarga korban, baik secara psikologis, sosial, maupun ekonomi.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam peristiwa ini. Negara wajib hadir untuk memberikan perlindungan dan pemulihan bagi mereka yang terdampak, terutama keluarga korban," katanya.

Warsiti mengatakan, dalam konteks penyampaian aspirasi atau aksi unjuk rasa, Unisa Yogyakarta menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan dan meminta masyarakat untuk menjaga ketertiban serta melaksanakan aspirasi dengan santun, damai dan bertanggung jawab, serta mengajak masyarakat untuk menghindari kerumunan serta tidak mudah terprovokasi.

"Kami mendukung pemerintah untuk terus membuka ruang dialog atau diskusi yang lebih luas kepada masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, Unisa Yogyakarta juga mendesak pemerintah untuk lebih responsif dengan meninjau kembali kebijakan yang menimbulkan keresahan, seperti kenaikan harga bahan pokok dan pajak yang mempengaruhi kesejahteraan rakyat serta menyerukan kepada partai politik untuk menghentikan praktik politik uang dan memilih calon yang kompeten serta berpihak pada rakyat.

"Kami berharap agar seluruh elemen bangsa dapat bersatu dan menjunjung tinggi keadilan dalam menyelesaikan permasalahan negara ini serta mengajak untuk bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia selamat menuju negara yang lebih baik" katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026