
Kemlu pastikan tidak ada WNI yang jadi korban gempa bumi di Afghanistan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa bumi yang terjadi di Afghanistan pada Minggu (31/8).
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kabul telah menghubungi simpul-simpul WNI di Afghanistan untuk mengecek kondisi mereka seusai gempa.
"Sampai saat ini tidak terdapat laporan adanya WNI yang menjadi korban gempa," kata Judha menanggapi pertanyaan wartawan di Jakarta pada Selasa.
Ia mengatakan bahwa KBRI Kabul secara berkala akan mengecek keadaan WNI yang tinggal di Afghanistan.
Baca juga: BNPB memastikan tidak ada kerusakan berat imbas gempa Bekasi
Menurut data Kemlu RI, ada 28 WNI yang tinggal di wilayah Afghanistan. Sebagian besar WNI tercatat tinggal di Kabul. Mereka bekerja di kantor-kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa serta organisasi nirlaba di sana.
Judha mengatakan, WNI di Afghanistan yang memerlukan bantuan dari KBRI Kabul dapat menghubungi nomor telepon +93-797-333-444.
Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa bumi yang berpusat di 27 kilometer timur-timur laut wilayah Jalalabad pada kedalaman 8 kilometer terjadi pada Minggu (31/8) pukul 23.47 waktu setempat, ketika sebagian besar warga Afghanistan sedang tidur.
Bulan Sabit Merah Afghanistan di akun media sosial mereka pada Selasa menyampaikan bahwa jumlah korban yang meninggal akibat gempa bumi yang mengguncang Afghanistan timur pada Minggu (31/8) telah mencapai 1.214 orang.
Selain itu, gempa bumi mengakibatkan 3.251 orang cedera dan lebih dari 8.000 rumah rusak di wilayah Afghanistan.
Baca juga: BNPB meluruskan informasi keliru kerusakan akibat gempa di Karawang
Baca juga: BNPB menerjunkan tim cek kondisi pascagempa di Jakarta dan Bekasi
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemlu pastikan tidak ada WNI yang jadi korban gempa di Afghanistan
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
