Logo Header Antaranews Jogja

Tokopedia dan TikTok Shop kampanyekan #JualanNyaman, dorong literasi KI pembatik

Jumat, 26 September 2025 00:42 WIB
Image Print
Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia bersama Dinas Koperasi dan UKM DIY mengedukasi sejumlah pembatik di Yogyakarta soal kekayaan intelektual (KI) agar bisa #JualanNyaman, di Yogyakarta, Rabu (24/9/2025). (ANTARA/HO-Tokopedia)

Yogyakarta (ANTARA) - Tokopedia dan TikTok Shop by Tokopedia bersama Dinas Koperasi dan UKM DIY mengedukasi sejumlah pembatik di Yogyakarta soal kekayaan intelektual (KI) agar bisa #JualanNyaman menjelang Hari Batik Nasional.

Communications Senior Lead, Tokopedia and TikTok E-commerce, Antonia Adega mengatakan #JualanNyaman adalah inisiatif Tokopedia dan TikTok Shop yang menyoroti strategi perlindungan KI.

"Hal itu mencakup edukasi langsung bersama mitra, panduan online KI agar penjual terhindar dari risiko penurunan performa toko, pemblokiran produk, bahkan konsekuensi hukum, ekosistem mall untuk penjual resmi, pusat perlindungan KI bagi pemegang hak, hingga fitur 'Laporkan' yang dapat digunakan pembeli," kata Antonia Adega di Yogyakarta, Rabu (24/9).

Sejak diluncurkan pada 14 Agustus 2025, kampanye #JualanNyaman telah memberdayakan ratusan pelaku usaha lintas skala dan industri.

Direktur Jenderal, DJKI, Kementerian Hukum RI, Razilu mengapresiasi langkah ini sebagai upaya mendorong kepemilikan KI UMKM dan menciptakan ekosistem bisnis digital yang lebih aman, berkelanjutan, dan kompetitif, agar penjual dapat #JualanNyaman.

Razilu menegaskan bahwa UMKM pemegang KI dapat melindungi identitas bisnis, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta membuka peluang ekspansi melalui lisensi atau waralaba. Kepemilikan KI penting bagi UMKM sebagai bentuk legalitas dan perlindungan usaha.

Pemilik Rianty Batik Aditya Suryadinata menghadapi tantangan besar dalam melindungi identitas bisnis sebelum mempunyai KI. Pada 2014, ketika ingin mendaftarkan KI berbagai merek yang dibangun bersama keluarga bertahun-tahun, hanya merek Rianty Batik yang bisa dipatenkan.

Mereka pun harus mulai branding dari nol. "Tanpa KI, selalu ada risiko pihak lain menggunakan merek yang sama dan tentu merugikan," ungkap Aditya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Agus Mulyono mengatakan UMKM perlu menyadari pentingnya legalitas usaha, maka pihaknya terus melakukan sosialisasi KI.

"Kami pun punya tim khusus yang mendampingi UMKM dalam hal legalisasi badan usaha. Kami sangat mengapresiasi peran aktif Tokopedia dan TikTok Shop dalam meningkatkan literasi KI pelaku UMKM batik agar bisa #JualanNyaman di platform digital," kata Agus.

Perwakilan firma hukum spesialis KI, K&K Advocates, Adrian Luthfi, berpendapat pemegang KI dapat melindungi identitas bisnis dan memaksimalkan nilai komersial dari hak kekayaan intelektual mereka.

"Oleh karena itu, kami bersama Tokopedia dan TikTok Shop berupaya mengedukasi sebanyak-banyaknya pelaku usaha termasuk UMKM batik mengenai KI," ujar Adrian.

Pemilik Delova Wardrobe, Mutiara Kurnia Dewi, sepakat bahwa KI bisa mengoptimalkan peluang ekonomi. "Dengan KI, kami bisa menjadi mall di Tokopedia dan TikTok Shop sehingga dapat berpartisipasi dalam berbagai kampanye eksklusif dan memanfaatkan beragam fitur khusus yang membantu menaikkan penjualan. Omzet kami di Tokopedia dan TikTok Shop pun mencapai ratusan juta rupiah," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026