Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Sleman aktif awasi bahan makanan berbahaya di jajanan lindungi konsumen

Jumat, 3 Oktober 2025 17:55 WIB
Image Print
Pengujian bahan makanan pada jajanan yang dilakukan Disperindag Sleman bersama Balai Besar POM DIY di pusat kuliner Lapangan Pemda Sleman, Jumat (3/10/2025). ANTARA/HO-Diskominfo Sleman

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, aktif melakukan pengawasan bahan berbahaya pada jajanan kuliner yang dijual di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman, sebagai bentuk komitmen perlindungan kepada masyarakat konsumen.

"Kawasan Lapangan Pemda Sleman merupakan salah satu ruang publik yang paling populer saat ini, selain menjadi tempat 'jogging' yang paling ramai, di kawasan ini juga terdapat banyak jajanan dan kuliner," kata Kepala Bidang Usaha Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Kurnia Astuti saat melakukan pengawasan di Lapangan Pemda Sleman, Jumat.

Kegiatan yang diinisiasi Disperindag Sleman ini melibatkan tim gabungan lintas sektor yakni dari Balai Besar POM DIY, Satpol PP Sleman, Dinas Kesehatan serta Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sleman.

Menurut dia, pengawasan ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk makanan yang dikonsumsi pengunjung terjamin keamanannya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Harapannya kita bisa meyakinkan bahwa produk-produk yang dijual masyarakat maupun pedagang kaki lima di sini aman dari bahan berbahaya. Nantinya masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk berbelanja kuliner di Lapangan Pemda ini," katanya.

Pengawasan dilakukan dengan mengambil sampel secara langsung dari para pedagang sekaligus dilakukan sosialisasi. Kemudian sampel tersebut dibawa ke mobil laboratorium keliling BPOM untuk dilakukan uji kandungan bahan berbahaya seperti misalnya formalin, boraks, rhodamine B, dan methanyl yellow.

Kurnia Astuti menambahkan, nantinya jika ditemukan produk makanan yang mengandung bahan berbahaya, Disperindag Sleman melakukan pembinaan terhadap pedagang yang bersangkutan.

Kegiatan pengawasan ini mendapat respons positif dari pedagang.

"Saya malah senang ada pemeriksaan seperti ini, sangat bermanfaat. Karena kita bisa tahu apakah bahan yang kita pakai itu aman atau tidak. Seperti saya ini kan tidak semua pakai bahan produk sendiri, kalau nanti tidak bagus bisa saya sampaikan ke temen-temen produksi biar dievaluasi," kata Tri, salah satu pedagang nasi pecel.

Ia mengharapkan kegiatan pengawasan seperti ini akan lebih baik jika dilakukan secara rutin.

Mengenai hasil dari pengawasan ini, Sekretaris Disperindag Kabupaten Sleman Aris Herbandang menyatakan bahwa tidak lebih dari empat item makanan yang terindikasi memakai bahan berbahaya, dan rata-rata item tersebut tidak dibuat langsung oleh IKM (industri kecil menengah) yang menjajakan.

"Temuan ini akan kami tindak lanjuti dengan pemanggilan pelaku IKM tersebut dan melakukan pembinaan serta pendampingan. Produk-produk sudah kami amankan agar tidak beredar di pengunjung," katanya.

Aris mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan bahan berbahaya pada makanan secara berkala dan acak untuk menjamin produk makanan yang dijual oleh pedagang di Lapangan Pemda aman untuk dikonsumsi.

"Kalau pedagang yang terindikasi setelah ini masih terindikasi menggunakan bahan berbahaya akan kami tindak tegas dan dilakukan pembinaan lebih lanjut," katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026