Logo Header Antaranews Jogja

Perkumpulan Masyarakat Batang dan Kemendag gelar Rakor Percepatan Ekonomi Batang

Sabtu, 18 Oktober 2025 00:13 WIB
Image Print
Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Batang (PMB) Dr. (HC) Heppy Trenggono (paling kiri) berdiri di sela rakor dengan Kemendag. (ANTARA/HO-PMB)

Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Ekonomi Batang yang diinisiasi oleh Isy Karim, Sekretaris Kementerian Perdagangan pada Selasa (14/10) lalu.

Acara ini mempertemukan tokoh-tokoh nasional asal Batang, unsur pemerintah pusat dan daerah, serta diaspora Batang dari berbagai wilayah dalam upaya memperkuat kolaborasi membangun ekosistem ekonomi Batang yang inklusif dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Batang (PMB) Dr. (HC) Heppy Trenggono, M.Kom,, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji yang juga mantan Bupati Batang, Bupati Batang Faiz Kurniawan, Sukirman, Pembina PMB Irjen Pol (Purn) Soeprapto dan Brigjen TNI AD Suprayogi, serta tokoh-tokoh diaspora Batang serta keluarga besar PMB dari Jakarta dan Kabupaten Batang.

Dalam paparannya, Bupati Batang Faiz Kurniawan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah.

"Kita tidak bisa membangun sendirian. Dukungan diaspora dan masyarakat Batang di mana pun mereka berada sangat penting bagi kemajuan Batang,” ujar Faiz.

Ketua Umum PMB Dr. (HC) Heppy Trenggono, M.Kom mengusulkan penerbitan Peraturan Daerah (Perda) Bela Beli Batang sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi lokal.

"Perda Bela Beli Batang akan mendorong industri dan pemerintahan di Batang untuk membelanjakan anggarannya kepada petani dan pelaku usaha asal Batang, menggunakan vendor lokal, serta menumbuhkan kebanggaan daerah dengan mengenakan batik Batang di hari tertentu," katanya dalam keerangan tertulis Jumat (17/10).

Heppy menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Batang harus tumbuh dari masyarakatnya sendiri.

"Industri di Batang akan menjadi ekosistem ekonomi Batang hanya jika mereka belanja dari orang Batang dan memperkerjakan orang Batang," tegasnya.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Batang, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif PMB.

"Bupati perlu menindaklanjuti agar yang disampaikan Pak Heppy Trenggono bisa di-deliver secara nyata di lapangan," kata Wihaji.

Heppy Trenggono menambahkan, Rakor tersebut menjadi momentum penting lahirnya gerakan bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan diaspora Batang.

Perkumpulan Masyarakat Batang (PMB) berkomitmen mengawal kebijakan yang memperkuat rantai nilai ekonomi Batang dari petani, UMKM, hingga industri besar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi daerah yang berdaya saing.

"PMB merupakan wadah silaturahmi dan kolaborasi tokoh diaspora Batang di berbagai sektor. PMB berkomitmen memperkuat jejaring, investasi sosial, dan kerja sama nyata guna mendorong kemajuan Kabupaten Batang," demikian Heppy Trenggono.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026