Logo Header Antaranews Jogja

Film Jangan Panggil Mama Kafir sajikan perjuangan beda agama dalam keluarga

Minggu, 19 Oktober 2025 20:06 WIB
Image Print
Michelle Zudith dan Humaira foto bersama dengan para penonton sebelum dimulainya Film Jangan Panggil Mama Kafir, di Yogyakarta, Minggu (19/10) malam. ANTARA/HO-Ist

Yogyakarta (ANTARA) - Film Jangan Panggil Mama Kafir menyajikan kisah emosional tentang perbedaan agama dalam keluarga melalui perjalanan Maria (Michelle Zudith) dan anaknya, Laila (Humaira). Maria, seorang ibu yang beragama non-muslim, harus menghadapi kenyataan bahwa anaknya, Laila, mengikuti agama ayahnya yang beragama Islam. Setelah suaminya, Fafat, meninggal dunia, Maria berjuang membesarkan Laila sebagai ibu single parent dengan segala tantangannya.

Michelle Zudith, yang berperan sebagai Maria ditemui di Yogyakarta sebelum pemutaran Film Jangan Panggil Mama Kafir, Minggu (19/10) malam mengungkapkan tantangannya dalam memerankan karakter beragama non-muslim, meski dirinya sendiri beragama muslim.

"Film ini mengusung tema yang cukup berani, jadi kami harus berhati-hati dan melakukan riset mendalam agar bisa memerankan karakter dengan baik," ujar Michelle yang menyebutkan riset yang dilakukan termasuk workshop dan reading, membuatnya semakin memahami cara beragama non-muslim untuk memerankan Maria dengan tepat.

Di sisi lain, Humaira, yang memerankan Laila, memberikan nuansa ceria meskipun tema film ini cukup berat. Meski masih sangat muda, Humaira mampu memerankan anak yang harus menerima perbedaan keyakinan dalam keluarganya dengan penuh dedikasi.

"Laila harus selalu membuat mama bahagia," kata Humaira dengan polos.

Film ini mengangkat pesan tentang pentingnya toleransi dan kasih sayang yang melampaui perbedaan agama, membawa penonton untuk lebih memahami dinamika kehidupan keluarga yang sering kali disembunyikan. Dengan cerita yang menyentuh dan akting yang kuat dari para pemain, Jangan Panggil Mama Kafir menginspirasi penonton untuk lebih menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah penonton memberikan kesan mendalam tentang pesan seusai menyaksikan Film Jangan Panggil Mama Kafir yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo itu.

Nurmariza (27) dan Nurmarizkiah (25), kakak beradik yang menonton film ini, mengungkapkan bahwa mereka sangat terharu dengan cerita yang dibawakan.

"Bagus sekali. Kalau ditanya nangis berapa kali, nggak kehitung. Makanya yang belum nonton film ini, wajib nonton dan siapkan tisu deh. Nih, lihat, mata saya masih lembab," kata keduanya saling menimpali.

Penonton lainnya, Jarot Ali (12), juga mengaku tersentuh dengan cerita film ini.

"Filmnya sangat menyentuh, pemerannya bagus aktingnya. Saat di persidangan, Laila mengatakan jjangan panggil mama kafir, itu menyentuh sekali. Pokoknya, yang ini film rekomendasi sekali," ujar Ali dengan penuh antusias.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026