PBB: Reformasi Dewan Keamanan tergantung niat negara-negara besar

id pbb,dewan keamanan,reformasi

PBB: Reformasi Dewan Keamanan tergantung niat negara-negara besar

Kepala Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia Gita Sabharwal menyampaikan sambutannya pada peringatan Hari PBB 2025 di Jakarta, Jumat (24/10/2025). (ANTARA/Nabil Ihsan)

PBB (ANTARA) - Reformasi Dewan Keamanan PBB hanya dapat dilakukan jika negara-negara besar mau mendengarkan anggota-anggota PBB lainnya dan sepakat melakukan perubahan, kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq.

"Negara-negara utama di Dewan Keamanan perlu mendukung perubahan itu,” ujar Haq dalam jumpa pers pada Jumat (24/10).

"Pada akhirnya yang dibutuhkan adalah mereka mendengarkan suara seluruh negara anggota lain tentang bagaimana Dewan Keamanan dapat berfungsi secara efektif, yaitu dengan direformasi," katanya, menambahkan.

Menurut Haq, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendukung upaya reformasi Dewan Keamanan (DK PBB).

Pada awal Oktober, Haq mengatakan usulan Guterres tentang reformasi DK PBB sejalan dengan seruan Presiden Rusia Vladimir Putin agar PBB mencerminkan multipolaritas global.

Berbicara di Valdai Discussion Club baru-baru ini, Putin menilai bahwa PBB memiliki banyak masalah, tetapi tidak ada organisasi dunia yang lebih baik daripada PBB.

PBB saat ini menghadapi tantangan dan perlu beradaptasi dengan kenyataan modern tanpa harus berbelok dari tujuan awal pembentukannya, kata Putin.

Rusia secara konsisten menyatakan dukungannya supaya negara-negara berkembang bisa menjadi anggota Dewan Keamanan PBB.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca juga: PBB minta Israel segera patuhi putusan Mahkamah Internasional soal Gaza
Baca juga: Sekjen PBB apresiasi gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza












Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PBB: Reformasi Dewan Keamanan tergantung niat negara-negara besar

Pewarta :
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.