Yogyakarta (ANTARA) - Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Yogyakarta Novita Mawar Sharon mengajak generasi muda untuk tidak apatis terhadap politik dan lebih aktif berkontribusi melalui berbagai platfroam termasuk media sosial.
"Masih banyak anak muda yang masih menganggap politik itu kaku dan sangat jauh, jadi masih banyak yang apatis terhadap politik," katanya di Yogyakarta, Rabu.
Pihaknya menekankan pentingnya memanfaatkan era digital untuk mendekatkan politik kepada generasi muda.
"Di era digital ini kita punya media sosial untuk mengajak teman-teman muda agar bisa melihat kinerja kita di pemerintah, di politik jadi mereka mau ikut serta dalam berpolitik, arti berpolitik sendiri tidak melulu terkait pemerintah tapi ke diri sendiri di kehidupan diri sendiri juga sudah menjadi bagian dari berpolitik," katanya.
Dia mengaku memilih terjun ke dunia politik karena keinginan untuk berkontribusi secara langsung.
"Motivasi saya memang dari awal itu berdampak dari sebuah keinginan untuk kontribusi secara langsung agar anak-anak muda di sini tidak hanya menjadi penonton tapi juga harus berkontribusi secara langsung," katanya.
Novita juga mengajak generasi muda untuk berpartisipasi melalui pendekatan yang lebih santai dan sesuai dengan karakter anak muda.
"Kalau ajakan kita pakai ruang-ruang yang kreatif ya, jadi misalnya ngobrol santai dengan anak muda, terus juga lewat media sosial dan juga kita berkolaborasi dengan beberapa kegiatan sosial," katanya.
Menurut dia, jika menggunakan ruang-ruang formal akan sulit mengajak generasi muda terjun dalam politik.
"Kalau kita di ruang formal, mereka kan sulit. Jadi memang harus dengan cara mereka dan bahasa mereka supaya lebih bisa diterima," katanya.
Dia mengatakan selama ini aktif memanfaatkan media sosial bukan hanya untuk tampil bergaya, tetapi untuk menyampaikan pesan dan konten yang bermakna.
"Saya juga menggunakan media sosial tapi bukan hanya untuk tampil di media sosial bergaya-gaya, tapi memang ada pesan dan isi yang harus saya sampaikan di sana dan saya berusaha di media sosial itu tampil seadanya, tidak dibuat-buat, jujur," katanya.
Lebih lanjut dia juga mendorong DPRD Kota Yogyakarta aktif memanfaatkan platform digital, seperti dalam kegiatan-kegiatan anggota dewan, kegiatan-kegiatan rapat kerja dan kebijakan-kebijakan yang sedang dibahas, agar bisa diikuti oleh masyarakat.
"Jadi akhirnya kita punya ruang interaksi bersama masyarakat dan khususnya untuk anak muda supaya anak muda bisa tahu," katanya.
Pihaknya juga mengingatkan agar generasi muda selalu bijak dalam bermedia sosial, karena media sosial sangat mudah untuk menyebarkan berita secara cepat dan viral.
"Anak muda harus lebih pintar-pintar, anak muda lebih paham bagaimana mengontrol media sosial, jangan jadikan media sosial itu tempat yang salah seperti menerima berita 'hoax blunder bullying' jangan sampai ya," katanya.
