Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penanganan terhadap berbagai lokasi terdampak hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Jumat sore.
"Jumlah lokasi terdampak yang masuk ke Pusdalops PB (Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana) BPBD Bantul ada 26 titik. Saat ini masih proses penanganan dan pendataan," kata Komandan Pusdalops PB BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul, Jumat.
Dia mengatakan dari 26 titik terdampak tersebut terdiri atas pohon tumbang di 23 titik dan dampak langsung angin kencang di tiga titik. Meski demikian, data masih bersifat sementara, dan dapat berubah sesuai perkembangan terbaru.
Lokasi terdampak cuaca ekstrem tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Kasihan, Pandak, Pleret, dan Piyungan, sedangkan objek yang terdampak angin kencang maupun tertimpa pohon tumbang, di antara rumah warga, akses jalan, jaringan listrik, kendaraan bermotor, fasilitas pendidikan, dan tempat usaha.
Meski demikian, kata dia, dampak terjangan angin kencang yang mengakibatkan bagian atap bangunan ambruk di wilayah Kecamatan Kasihan tersebut tidak sampai mengakibatkan korban jiwa.
"Mari tingkatkan kewaspadaan kita bersama. Pantau informasi resmi dan selalu ikuti peringatan dini cuaca dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) dan instansi terkait," katanya.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan pada Jumat di beberapa tempat wilayah Ngestiharjo, Kasihan, Bantul telah terjadi terjadi bencana hidrometrologi karena hujan deras yang disertai angin kencang.
Dia mengatakan dalam melakukan penanganan evakuasi pohon tumbang dan pembersihan lokasi terdampak melibatkan personel dari berbagai unsur, yaitu BPBD Bantul, PMI, Brimob, Polres Bantul, Polsek Kasihan, FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) Ngestiharjo, FFRB Bangunjiwo dan Damkar Kasihan.
"Sampai dengan saat ini lokasi yang belum terkondisi yaitu di wilayah Bayeman Permai Onggobayan berupa pohon tumbang mengenai kabel PLN, kemudian STIKES Yogyakarta Sonosewu berupa pohon tumbang mengenai kabel PLN," katanya.
