Yogyakarta (ANTARA) - Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025 menghadirkan pemutaran film “Love Chaos Kin” karya Chithra Jeyaram, film yang menyajikan kompleksitas cinta dan keluarga melalui pendekatan dokumenter intim.
Pemutaran yang berlangsung di Empire XXI, Senin (1/12) tersebut dihadiri langsung oleh sutradara sekaligus penulis skenario film itu, Chithra Jeyaram.
“Ketika kita semua dilahirkan, kita mencoba untuk mengetahui siapa kita. Dan bagian pertama dari siapa kita adalah kita mengenali ibu dan ayah kita, kita melihat diri dan ayah kita,” ujar Chithra.
Chithra menjelaskan bahwa ketertarikannya berawal dari dinamika dua latar budaya yang berbeda, yaitu India dan Amerika, khususnya bagaimana cara seorang ibu Amerika memandang budaya India dan sebaliknya.
“Menarik melihat ibu Amerika berpikir tentang budaya India, dan ibu India berpikir tentang budaya Amerika. Saat saya mulai membuat film, saya merasakan bahwa kedua budaya tersebut ternyata sangat dekat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa jarak budaya pada awalnya memunculkan rasa takut dan ketidakpercayaan, namun seiring proses saling mengenal, hubungan kedua ibu dalam film tersebut menjadi lebih terbuka dan hangat. Menurutnya, ketakutan sering muncul dari sesuatu yang tidak kita ketahui, namun pengetahuan dan kedekatan justru akan membuat seseorang merasa aman.
Chithra juga mengungkapkan bahwa ia tidak melakukan ‘rehearsal’ atau arahan khusus kepada para pemain. Semua interaksi dan dialog yang terekam dilakukan secara alami agar emosi dan dinamika keluarga muncul dengan jujur.
Ia kemudian membagikan latar personal yang juga menginspirasinya dalam membuat film tersebut, termasuk pengalamannya sebagai imigran di Amerika dan keinginannya menjadi seorang ibu yang terhalang oleh situasi pribadi.
“Setiap keluarga memiliki drama. Ada cinta, ada kekacauan, ada banyak orang. Tapi ketika kita melihatnya lebih dekat, setiap keluarga dan apa pun bentuknya memiliki dinamika yang sama,” tambahnya.
Film Love Chaos Kin juga menyoroti pertanyaan-pertanyaan tentang identitas dan hubungan antar anggota keluarga yang sering tidak terucapkan, serta menunjukkan bagaimana perbedaan ekonomi, budaya, dan keyakinan dapat membentuk perjalanan satu keluarga. Chithra berharap film ini membantu penonton lebih memahami bahwa keberagaman justru memperkaya cara sebuah keluarga bertumbuh.
