TNI AD bangun jembatan darurat di lokasi bencana banjir Sumbar

id TNI AD,TNI,Jembatan,Banjir

TNI AD bangun jembatan darurat di lokasi bencana banjir Sumbar

Pembangunan jembatan bailey di wilayah Jorong Sikabau, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Sumatera Barat, Senin (8/12/2025). ANTARA/HO-Dispen TNI AD

Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono mengatakan jajarannya sedang membangun jembatan darurat atau bailey di wilayah Jorong Sikabau, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Sumatera Barat.

Donny saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, mengatakan jembatan itu dibangun untuk menghubungkan jalan yang sebelumnya terputus akibat banjir bandang.

"Kita mengerahkan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol untuk membangun jembatan di lokasi tersebut," kata Donny.

Donny melanjutkan personel TNI AD sudah membangun jembatan sejak Senin (8/12) dengan melibatkan personel Denzipur 2/Prasada Sakti Payakumbuh, Batalyon TP 896/Serumpun Pseko Jambi, dan Koramil 07/Air Bangis.

Baca juga: Mirwan MS dijadwalkan diperiksa di Inpektorat Aceh

Baca juga: Publik diajak kawal bantuan beras 1.200 ton untuk Sumatera

Hingga saat ini, personel dari Satuan Zeni sedang menata fondasi, menyusun panel baja, serta merakit struktur bailey yang dikenal cepat dan efisien untuk situasi darurat.

Ia mengatakan setiap komponen dirakit dengan cermat guna memastikan keamanan dan ketahanan jembatan.

Donny belum bisa memastikan kapan jembatan itu selesai dibangun. Namun, pihaknya akan bekerja secepat dan semaksimal mungkin demi menyediakan jalan layak untuk warga.

"Akses baru ini diharapkan mampu memperlancar distribusi bantuan, memulihkan mobilitas warga, dan mendukung bangkitnya kembali aktivitas ekonomi pascabencana," jelas Donny.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TNI AD bangun jembatan darurat di lokasi bencana banjir Sumbar

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.