Ketua DPRD Kulon Progo dorong pemkab kembangkan Pantai Glagah sebagai pusat ekonomi

id Aris Syarifuddin,Kulon Progo,Ketua DPRD Kulon Progo,Pantai Glagah,Proyek Glagah mangkrak,mangkrak

Ketua DPRD Kulon Progo dorong pemkab kembangkan Pantai Glagah sebagai pusat ekonomi

Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Aris Syarifuddin mendorong pemerintah kabupaten setempat mengembangkan Pantai Glagah sebagai pusat ekonomi dari sektor pariwisata dengan penuh perencanaan supaya fasilitas pendukung tidak mangkrak.

Aris di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pembangunan Plaza Kuliner Glagah, pusat souvenir hingga pengembangan Glagah terbaru tanpa diikuti dengan perencanaan pengelolaan yang matang, bahkan bermasalah dengan analisa dampak lingkungan (Andal), sehingga bangunan yang dibangun dengan anggaran miliaran belum dimanfaatkan atau mangkrak.

"Bangunan di Kawasan Pantai Glagah mangkrak. Hal ini dikarenakan pembangunan yang tidak diikuti dengan perencanaan pemanfaatan yang matang, baik berkaitan dengan pengelolaan," kata Aris.

Menurutnya, sebelum pembangunan sarana dan prasarana, hal terpenting adalah pendataan pedagang. Ketika tidak diikuti perencanaan yang matang berkaitan dengan pengelolaan ke depan tentu menimbulkan persoalan baru. Begitu juga harus menyiapkan sumber daya manusia (SDM). Ada perbedaan penjual souvenir dengan kemampuan SDM dengan penjual sebatas jualan, tanpa diikuti pola sistem yang ada, tentu tidak bisa berkembang.

"Kami mendorongnya kepada pemerintah kabupaten, bagaimana ke depan pengelolaan, penataan pedagang yang berjualan di kawasan Laguna Glagah dan sekitarnya menjadi tertata dengan baik, berikut polaannya juga," katanya.

Politisi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan I (Wates, Panjatan dan Temon) ini berharap pengelolaan Pantai Glagah juga perlu kajian bagaimana konsep retribusinya. Pengembangan Pantai Glagah yang matang, baik pola pengembangan hingga pendampingan SDMnya,bermuara pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kulon Progo.

"Jangan sebatas orang masuk, bayar retribusi, tapi juga di dalamnya itu seperti apa? Pola betul. Kita dorong pemkab itu. Makanya menjadi simpang siur di dalamnya ketika kita bicara Glagah, itu kan semua dinas masuk. Sehingga hanya sebatas melaksanakan satu kegiatan, setelah itu lepas tanpa ada satu pendampingan, tanpa ada satu pengawasan yang melekat pada pengelolaan teman-teman pegiat di sana. Ini kan menjadikan satu, hanya satu proyek proyek mangkrak," katanya.

Untuk itu, kata Aris, Pemkab Kulon Progo melalui dinas teknis, melakukan "revolusi" revolusi besar-besar dalam pengembangan dan penataan Pantai Glagah. Pemkab harus fokus karena Pantai Glagah menjadi motor penggerak utama PAD dari sektor pariwisata. Pantai Glagah ini sangat strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru bila dikembangkan dan dikelola secara benar dan serius, serta ada komitmen yang kuat.

"Di Pantai Glagah sudah banyak fasilitas umum yang dibangun. Ke depan perlu dikelola dengan baik, ditata dengan baik. Pantai Glagah itu indah sekali. Panorama Glagah menjadi daya tarik sendiri, hanya dukungan dari kelengkapan di dalamnya mulai dari pedagang dan souvenir harus dikelola secara profesional. Dan itu butuh sentuhan pemerintah kabupaten," katanya.

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.