
BPBD Bantul aktifkan tujuh pos Damkar kesiapsiagaan libur akhir tahun

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaktifkan tujuh pos sektor pemadam kebakaran (Damkar) dalam rangka kesiapsiagaan penanganan bencana kebakaran selama libur akhir tahun dari Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026.
"Terkait dengan aktivasi antisipasi penyelamatan, kami sudah mengaktifkan tujuh pos sektor pemadam kebakaran yang tersebar di wilayah Bantul," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin di Bantul, Jumat.
Menurut dia, semua pos sektor pemadam kebakaran tersebut di-back up kurang lebih sebanyak 100 tenaga relawan kebakaran, dengan masing-masing pos sudah tersedia mobil pemadam kebakaran dan segala peralatan yang diperlukan.
"Sehingga, apabila masyarakat melihat ada indikasi terkait dengan bencana alam maupun kebakaran bisa berkoordinasi dengan kami di Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) dan tim rescue BPBD Bantul," katanya.
Baca juga: BPBD Bantul aktifkan 75 pos banjir dan longsor kesiapsiagaan Natal Tahun Baru
Baca juga: Sekda Sleman sebut kesiapsiagaan kunci utama penanggulangan bencana
Selain itu, kata dia, masyarakat yang melihat potensi bencana alam maupun kebakaran bisa menghubungi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul yang siaga selama 24 jam, untuk kemudian bisa langsung dilakukan penanganan cepat.
Mujahid mengatakan meski dari pemerintah melakukan kesiapsiagaan, namun tetap ada hal yang perlu diperhatikan terkait dengan masyarakat atau upaya antisipasi kebakaran di lingkungan tempat tinggal.
"Kami mohon masyarakat di tingkat rumah tangga yang akan bepergian mohon diantisipasi, dipastikan seluruh perangkat elektronik dan kelistrikan itu pada posisi sudah mati, termasuk charger handphone, charger laptop, charger mobil listrik dipastikan off semua," katanya.
Selain itu, kata dia, masyarakat juga diharap meminimalisasi potensi kebakaran di rumah yang disebabkan elpiji, dengan memastikan ketika akan bepergian atau meninggalkan rumah regulator dipastikan pada posisi off.
"Lebih aman lagi regulator pada posisi dicopot, dan dipastikan juga tidak ada bau gas yang muncul di tempat tersebut, sehingga potensi kebakaran bisa diminimalisasi, baik di rumah tangga maupun perusahaan perusahaan," katanya.
Baca juga: BPBD: Jembatan darurat di lokasi longsor Sriharjo selesai dibangun
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
