
Cegah pencurian lantai jembatan, JPO Pesanggrahan gunakan "conwood"

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggunakan bahan bangunan alternatif pengganti kayu yang ramah lingkungan, yakni concrete wood (conwood) di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pesanggrahan, Jakarta Barat, untuk mencegah pencurian lantai jembatan.
"Pengalaman di beberapa tempat yang dulu materinya diambil, di tempat ini pasti tidak bisa karena kalau diambil tidak akan bisa dijual," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Barat, Selasa.
JPO Pesanggrahan di Jakarta Barat diresmikan pada Selasa, berbarengan dengan JPO Pangkalan Jati di Jakarta Timur, setelah tujuh bulan masa pembangunan.
Baca juga: Pemkab Kulon Progo resmikan JPO Jogoyudan percepat akses masyarakat
JPO Pesanggrahan memiliki panjang 31 meter dan lebar tiga meter. Lantai jembatan itu kini tidak lagi menggunakan besi, melainkan conwood. Jembatan itu juga dihias dengan ornamen bunga anggrek dendrobium pada cover bangunan lift.
Pada bagian fasad JPO tersebut terdapat ornamen ikan cupang serit yang melambangkan keberanian, keharmonisan, keindahan, semangat pantang menyerah, dan pertumbuhan berkelanjutan.
JPO Pesanggrahan maupun JPO Pangkalan Jati sama-sama dilengkapi dengan fasilitas lift yang ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil, serta terdapat pula kamera pengawas (CCTV).
Baca juga: Simak, tawuran hingga lantai JPO hilang
Pramono mengungkapkan pembangunan kedua JPO tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025.
"Dua JPO ini yang diminta oleh warga, kemudian dilakukan rapat Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) dan akhirnya diputuskan pada bulan April yang lalu, dan sekarang Alhamdulillah, sudah selesai. Harapannya, masyarakat ikut merawat," tutur Pramono.
Baca juga: Penipuan Rihana-Rihani, menarik disimak
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Cegah pencurian lantai jembatan, JPO Pesanggrahan gunakan "conwood"
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
