Bupati Gunungkidul menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal

id Pemkab Gunungkidul ,Pelestarian budaya lokal ,Modal utama bangsa

Bupati Gunungkidul menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal

Peresmian Balai Budaya di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (31/12/2025) (ANTARA/Ho-Kominfo Gunungkidul)

Gunungkidul (ANTARA) - Bupati Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta Endah Subekti Kuntariningsih menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai modal utama bangsa agar tidak tergerus oleh budaya asing.

"Balai Budaya ini menjadi sarana 'olah kriya budaya' di mana para seniman, pemikir, dan masyarakat dapat bersatu memajukan potensi lokal," kata Endah dalam keterangannya pada peresmian Balai Budaya di Gunungkidul, Kamis.

Pembangunan Balai Budaya di Kelurahan Bendung tersebut merupakan bagian dari alokasi anggaran Dana Keistimewaan 2025 yang diterima Kalurahan Bendung dengan total mencapai kurang lebih sebesar Rp2,66 miliar.

Bupati mengatakan, pembangunan infrastruktur ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi pilar dampak ekonomi melalui sektor pariwisata, pertanian, dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Dengan fasilitas baru ini, Kelurahan Bendung kini memiliki ruang representatif untuk mengembangkan seluruh potensi budaya dan ekonominya demi kesejahteraan warga," katanya.

Peresmian Balai Budaya tersebut juga menandai keberhasilan Kalurahan Bendung dalam bertransformasi menjadi Kelurahan atau Desa Mandiri Budaya dengan dukungan penuh dari Dana Keistimewaan DIY.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Diani Laksmi mengapresiasi jajaran pemerintah Kalurahan, karena selesainya pembangunan Balai Budaya ini merupakan hasil kolaborasi dan dedikasi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat.

"Semoga fasilitas ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Gunungkidul pada umumnya dan khususnya warga Kalurahan Bendung," katanya.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.