"Agak Laen: Menyala Pantiku!" jadi film Indonesia terlaris

id film agak laen,film indonesia terlaris,film nasional

"Agak Laen: Menyala Pantiku!" jadi film Indonesia terlaris

Arsip Foto - Aktor sekaligus komika Bene Dion (kedua kanan) bersama jajaran pemain dan tim produksi film "Agak Laen" dalam acara penayangan perdana film di Jakarta Selatan, Selasa (23/1/2024). ANTARA/Vinny Shoffa Salma/am

Jakarta (ANTARA) - Film komedi "Agak Laen: Menyala Pantiku!" menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan jumlah penonton mencapai 10.250.000 pada 2 Januari 2026.

Jumlah penonton film garapan sutradara Muhadkly Acho itu melampaui film animasi "JUMBO" (2025), yang sebelumnya melengserkan "KKN di Desa Penari" (2022) sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers pembuat film pada Sabtu, penulis dan sutradara Muhadkly Acho mensyukuri pencapaian Imajinari serta seluruh kru dan pemeran film "Agak Laen: Menyala Pantiku!"

Baca juga: Film "Pelangi di Mars" siap tayang di bioskop pada momen Lebaran 2026

"Terima kasih juga untuk seluruh penonton yang telah mendukung film ini untuk bisa terus berjalan hingga akhirnya mencapai titik ini, sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa," katanya.

Capaian film "Agak Laen: Menyala Pantiku!" membantu mendongkrak angka akumulatif penonton film Indonesia sepanjang 2025, yang mencapai 80 juta lebih.

"Agak Laen: Menyala Pantiku!" merupakan sekuel mandiri dari film "Agak Laen" (2024).

Film yang ditayangkan mulai 27 November 2025 itu dibintangi oleh komika Boris Bokir, Bene Dion, Indra Jegel, dan Oki Rengga.

Baca juga: Menekraf siapkan sistem pendanaan film terintegrasi guna memperkuat ekraf

Baca juga: "Comic 8 Revolution", parodi klenik yang mengguncang kekuasaan






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: "Agak Laen: Menyala Pantiku!" jadi film Indonesia terlaris

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.