
ICWA serukan Indonesia bersikap tegas kecam serangan AS di Venezuela

Jakarta (ANTARA) - Indonesian Council on World Affairs (ICWA) menyerukan agar Indonesia dapat bersikap tegas dalam mengecam serangan Amerika Serikat di Venezuela yang mengakibatkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
“Indonesia bersama masyarakat internasional perlu bersikap tegas dengan mengecam tindakan AS terhadap Venezuela yang membahayakan perdamaian dunia tersebut,” bunyi ICWA dalam pernyataannya yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.
Organisasi independen yang didirikan oleh didirikan pada 1997 oleh mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas itu menekankan bahwa agresi AS ke Venezuela dan penculikan Presiden Maduro sebagai rentetan kejadian yang sangat memprihatinkan dan membahayakan ketertiban dan keamanan dunia.
Terlebih, AS telah berulang kali melakukan agresi serupa.
“Agresi AS ini sudah berulang kali terjadi baik di kawasan Amerika Latin maupun kawasan lainnya,” tambah pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, ICWA menuturkan bahwa tindakan AS tersebut jelas-jelas bertentangan dengan hukum internasional, prinsip kedaulatan negara, non-intervensi dan Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Baca juga: Rupiah melemah seiring ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung
“Oleh karena itu agresi yang dilakukan AS ke Venezuela tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun,” tegasnya.
Sebelumnya pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar terhadap Venezuela, menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta membawa mereka ke New York.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme dan dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.
Baca juga: Trump: Venezuela akan serahkan 30-50 juta barel minyak ke AS
Sementara itu, Maduro dan istirinya mengaku tidak bersalah atas semua dakwaan yang dijatuhkan kepadanya dalam persidangan pertama di pengadilan New York, Senin (5/1).
Maduro, yang menghadapi tuntutan konspirasi terorisme narkoba dan kepemilikan senjata api, menegaskan bahwa ia masih presiden Venezuela.
“Saya tidak bersalah. Saya seorang pria yang baik,” kata Maduro.
Senada, sang istri, Cilia Flores, juga mengaku tidak bersalah atas semua dakwaan pidana.
Baca juga: ESDM genjot produksi minyak nasional guna antisipasi situasi Venezuela
Baca juga: China dukung DK PBB gelar rapat darurat bahas Venezuela
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ICWA serukan Indonesia bersikap tegas kecam serangan AS di Venezuela
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
