Menkes menargetkan tujuh gedung baru RSUP Dr Sardjito rampung 2029

id Menkes,Budi Gunadi,RSUP Dr Sardjito,menkes ts

Menkes menargetkan tujuh gedung baru RSUP Dr Sardjito rampung 2029

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berdialog dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan jajaran RSUP Dr. Sardjito saat meninjau lokasi peletakan batu pertama pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA/Luqman Hakim

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan pembangunan tujuh gedung baru di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta rampung dan beroperasi pada 2029, sebelum masa jabatannya berakhir.

"Insyaa Allah tujuh gedung itu kalau bisa jadi, beroperasi, dan diresmikan di tahun 2029," ujar Budi saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Kamis.

Budi menjelaskan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari implementasi peta jalan pengembangan RSUP Dr. Sardjito yang disusun sejak akhir 2022.

Peta jalan tersebut disusun untuk memastikan pembangunan rumah sakit Kementerian Kesehatan dilakukan secara terencana dan tidak lagi tumpang tindih.

"Sejak akhir 2022, kami minta adanya master plan yang tidak boleh diubah, dan semua pembangunan harus mengikuti master plan tersebut," kata dia.

Menurut Budi, RSUP Dr. Sardjito menjadi rumah sakit Kementerian Kesehatan pertama yang master plan-nya disusun secara utuh dan telah disetujui.

Pembangunan Gedung Sentral Medical Unit (CMU) yang dimulai saat ini, menurut dia, merupakan tahap awal dari rencana jangka panjang pengembangan rumah sakit hingga 2040.

Budi menuturkan pembangunan gedung rumah sakit tidak harus sepenuhnya mengandalkan dana tunai, melainkan dapat dimaksimalkan melalui pembiayaan perbankan agar pembangunan tidak berhenti pada satu gedung.

"Kalau kita punya uang Rp900 miliar, seharusnya jangan hanya jadi satu gedung. Dengan skema perbankan, itu bisa menjadi dua atau tiga gedung," ujarnya.

Ia menargetkan pembangunan dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan peletakan batu pertama lebih dari satu gedung.

"Sardjito tahun 2027 akan dapat lagi Rp1 triliun untuk pembangunan. Jangan dipakai untuk satu gedung saja," katanya.

Selain pembangunan fisik, Budi mengingatkan agar transformasi rumah sakit tetap berorientasi pada pelayanan pasien.

Budi menambahkan, saat ini Kemenkes mengelola 40 rumah sakit di berbagai daerah dan akan bertambah dengan rencana pembangunan rumah sakit baru di Riau.

"Semegah-megahnya gedung, kalau tidak diisi orang-orang yang berempati dan berkomunikasi dengan baik, esensi rumah sakit tidak akan tercapai," ujar Menkes.

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Eniarti mengatakan pembangunan Gedung CMU merupakan bagian dari implementasi master plan pengembangan rumah sakit.

Gedung CMU dibangun di atas lahan seluas 10.043,77 meter persegi, terdiri dari 13 lantai dan dua basement, dengan luas total bangunan mencapai 55.574 meter persegi serta nilai kontrak Rp917,97 miliar.

Gedung CMU akan mengintegrasikan layanan darurat, kamar operasi, cath lab, serta layanan penunjang seperti radiologi, laboratorium sel dan sel punca (stem cell), serta layanan diagnostik terpadu.

Fasilitas yang disiapkan antara lain 52 tempat tidur emergensi, 29 kamar operasi, enam cath lab, serta 192 tempat tidur perawatan intensif.

"Gedung Central Medical Unit ini dirancang sebagai pusat integrasi layanan medis berteknologi tinggi," ujar Eniarti.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.